Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Bahkan tidak sedikit dari para siswa menertawakan puisinya. Hingga akhirnya, giliran Shandi yang berdiri menatap Guru dengan percaya diri. Ia membacakan tentang perjuangan, seorang pemimpin yang turun ke garis depan tanpa rasa takut akan kekalahan dan juga kematian. Guru mengangguk panjang. "Bagus." Guru memujinya. Sebelum Shandi duduk di kursinya, ia sempat melirik sebentar ke arah Daisha. Matanya tajam, seolah ia ingin memperlihatkan puisi yang punya nilai sempurna.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 51 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

BANDIT GUNUNG BERBUDI LUHUR

pintaku sembari tanganku bergerak menuju ember kayu berisi gulungan kertas di atas meja. Sori segera tersadar dari lamunannya. Ia memaksakan sebuah senyum tipis dan mengambil tumpukan kertas itu. "Oh, aku memang menulis beberapa puisi. Aku akan sangat terhormat jika Tuan bersedia memberi komentar pada 'murid muda' sepertiku ini," sahutnya dengan nada rendah hati yang dibuat-buat. "Oh? Sini, biar kulihat!" Aku merebut gulungan itu bahkan sebelum ia sempat menyerahkannya dengan sopan.
101.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
Ratu Tak Akan Jadi Babu

Ratu Tak Akan Jadi Babu

Pagiku cerahku matahari bersinar Ku gendong tas merahku di pundak Selamat pagi semua, kunantikan dirimu Di depan kelasmu menantikan kami Guruku tersayang Guru tercinta Tanpamu apa jadinya aku Tak bisa baca tulis Mengerti banyak hal Guruku terima kasihku Nyatanya diriku Kadang buatmu marah Namun segala maaf kau berikan “Terima kasih Ibu guru,” ucap Reyhan dan teman-temannya bersamaan, terlihat wajah haru dan bangga dari semua yang berada di dalam ruangan tak terkecuali Ayra dan Azka.
1015.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 303 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi

47. Semangkuk Kelapa Parut Untuk Lauk Nasi Kedatangan Guru Sekolah. Penulis : Lusia Sudarti Part 47 'Apa Suamiku membaca pesan-pesan Argi tadi ya? Memang tak ada yang kuhapus, karena aku ingin memberitaunya," lirihku dalam hati. "Ma, sini ..." Aku segera menghampiri Suamiku yang masih duduk di kursi teras, ia menatapku dengan wajah gamang.
102.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
Life Hates Me

Life Hates Me

Kulihat bu guru bangkit dari kursinya dan menepuk tangannya sambil memandangku dengan bangga. "Manurut Ibu, syairnya Freya itu bagus sekali. Diksi yang dia gunakan sangat indah dan cara dia membacanya juga menghayati sekali. Ibu bisa merasakan kekecewaan, kebencian, juga harapan di dalam syairnya," komentar bu guru memuji karya sastraku.
105.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 168 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
Ellipsis

Ellipsis

Menyeruak kasar semua duka Tak ada lagi senyum tersisa Dan Ketika aku membuka mata Aku tersadar dari mimpi segala durja Menyatu padu semua dilema Merobek tudung segala rasa Tak ada hal lain yang kurasakan Selain sesal teramat dalam Tak mungkin aku meneruskan perjalanan Dengan mata separuh terpejam Aku berjalan memutar haluan Coba perbaiki cela yang tertinggal di belakang Kuketuk setiap pintu rumah mereka Namun, tak ada satupun yang dibuka Dari dalam rumah mereka berkata; Kopi sudah menjadi jelaga… Aku menundukkan pandangan dan memijat pangkal hidungku begitu Ashika selesai membaca puisiku. Aku hanya bisa menahan tawa dan malu melihat tingkahnya. Entah kenapa ia berpikiran untuk mencetak tuli
103.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
MY SWEET(no) BRIDE

MY SWEET(no) BRIDE

Sekolah besar itu hening sebab semua murid sedang belajar. Hari ini jam pelajaran Biologi membuat Dafa harus mengajar dengan dampingan guru lain. "Anak-anak sudah mengerti dengan puisi?" Itu bu nonna yang dikenal dengan julukan penggoda. Bahkan dia terlalu gatal sampai ada guru laki-laki yang pindah karena ulahnya. "Mengerti bu,"jawab murid dengan serentak. "Baik. Jadi tugas kalian adalah membuat puisi dengan bait minimal lima." Kali ini Dafa yang menjelaskan membuat semua murid menggerutu pelan. Minimal lima dalam lima baris itu yang di maksud Dafa.
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 58 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
Sshh Devilangel

Sshh Devilangel

Gerutu nya dalam hati Pak Lukas mencoba untuk menghentikan mereka "Hey hentikan, apa apaan kalian? Bercita cita ingin menjadi guru itu cita-cita yang mulia apa lagi menjadi guru BP. Kalian pikir apa? Dengarkan teman kalian dengan baik jangan mengolok-oloknya seperti itu" kesal pak Lukas menatapi semua murid nya
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

Kapan? Baiklah, sekarang aku ingat. Sudah lama sekali. Aku pernah membuat puisi ketika kelas 1 SMP dahulu. Banyak tahun yang lalu ternyata. Kelam hari adalah rasa Manusia suci sungguh tiada Kecuali dia sang Baginda Padanya kita meminta Tentang dunia yang nanti fana Akhirnya, manusialah pencinta Agar sampai kepadanya
8.99.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
Istri Muda Guru Alim

Istri Muda Guru Alim

“Aku memang suka masak. Senang juga kalau kamu suka masakan aku.” Gaffi memaksakan sudut bibirnya tertarik. Bukan itu alasan sebenarnya. Andai saja Ayna juga memberikan kepada guru lain, mungkin dia akan senang menerimanya. Tapi kenyataannya perempuan itu hanya memberikan bekal kepadanya. Hal itu jelas membuatnya kurang nyaman. “Sekali lagi terima kasih,” ucap Gaffi. “Saya mau lanjut periksa materi untuk sebentar. Takut keburu bel bunyi.”
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai contoh puisi guruku
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status