Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Unexpected Encounter

Unexpected Encounter

Hal-hal seperti ini yang ia tidak suka, terlalu banyak aturan dalam pelajaran Bahasa Indonesia, Maudi tidak begitu paham. Sebelumnya, beberapa hari yang lalu ketika Satria mengatakan kalau dia ingin Maudi menjadi seorang penulis Maudi sudah mengatakan seterang-terangnya kalau ia takut tak mampu. Sastra bukan hanya sekedar dibuat dan jadi. Harus ada banyak pertimbangan dalam membuat dan mempublikasikan sebuah sastra. Dan yang Maudi khawatirkan terjadi, kalau boleh jujur, Maudi memilih bekerja menggunakan fisik dari pada pakai otak begini. Pusing! Kaya tidak, botak iya!
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 547 kali sebagai contoh puisi sastra
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Nur Umaya Erwin
luar biasa. hal hal yg ditulis sederhana tapi ngena dengan kehidupan nyata. gaya bahasa bisa dimengerti dan wow banget. author juga keren ngemas ceritanya. 1 lagi, bab per bab selalu menarik dan ditunggu.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Sistem Super Boros

Sistem Super Boros

"Tapi banyak orang menganggap kemampuan sastramu kurang. Meskipun kamu bermaksud menggunakan puisi di akhir esaimu, ritmenya kurang tepat dan bahkan agak tidak koheren. Bagaimana menurutmu?" Seketika, seorang wartawan dari media lain menyela. Yang mereka inginkan adalah sesuatu yang dapat menarik perhatian mereka, jadi pertanyaan yang mereka ajukan lebih rumit. Guan Fei mencibir, tidakkah kau ingin mengambil kesempatan ini untuk menguji levelmu yang sebenarnya dan kemudian mengungkapkannya? Aku akan memberimu kesempatan ini! "Kalau begitu, aku akan langsung menulis esai untukmu, dengan judul yang sama, 'Lihatlah Dunia dari Perspektif yang Berbeda!'"
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 43 kali sebagai contoh puisi sastra
Baca
+Pustaka
MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

MENGEJAR IMPIAN DAN BERTEMU CINTA SEJATI

"Hmmm, mengapa aku selalu merindukannya? Namanya selalu bertahta di dalam hati dan pikiranku. Di tengah kegalauannya, Raidi menulis puisi untuk teman lamanya itu. SAJAK SANG KEKASIH Engkau sang pengusik rindu Kepadamu ku tuliskan sebuah puisi Puisi tentang kisahku dan kisahmu Yang selalu bertahta dalam ilusi Wahai sang pemilik hati Untukmu, kutuliskan subuah kisah Kisah tentang imajinasi Untukmu sang kekasih Wahai sang pemilik rasa Bayangmu selalu memenuhi imajinasiku
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 68 kali sebagai contoh puisi sastra
Baca
+Pustaka
I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

"Tanyakan pada jamur yang enggan tumbuh." "Tanyakan pada pelangi, mengapa ia hadir hanya sebait dan meninggalkan beribu kata yang bisa dirangkai." "Mending abang masuk sastra. Aku yang anak sastra aja nggak bisa kata-kata gitu." "Bagus dong, jadi punya banyak keahlian." "Juna songong."
1026.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 730 kali sebagai contoh puisi sastra
Baca
+Pustaka
Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

Demi Anak Suamiku, Kurela Jadi yang Kedua

3—Pemerintahan yang dipimpin oleh Jayabaya sampun teratur, hukum dicamkan secara tegas lan adil. 4— Periode Raja Jayabaya juga menandai perkembangan pesat bidang seni sastra, bahkan disebut-sebut sebagai awal keemasan bagi seni sastra, Jawa Kuno. Buktinya, dengan adanya para pujangga yang dapat menyusun karya sastra dengan sangat indah dan bermutu. Mpu Sedah dan Mpu Panuluh tuladhane, dua pujangga yang bersama-sama menggubah Kitab Bharatayudha pada masa pemerintahan Raja Jayabaya. Di dalam Kitab Bharatayudha, kemenangan Jayabaya atas Jenggala diibaratkan sebagai kemenangan Pandawa atas Kurawa.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai contoh puisi sastra
Baca
+Pustaka
Rein (Shirea book 3)

Rein (Shirea book 3)

Keinginan untuk mengirim puisi terbesit dalam sekejap, sambil membayangkan wajah Zora yang merona saat membacanya. Kini aku sudah duduk di meja dengan rapi, memikirkan kata-kata indah yang hendak kutulis, tapi tak bisa kupungkiri bahwa aku tak pandai merangkai kata-kata manis. Ya, nilai sastraku cukup buruk. Kuhela napas panjang, menyesal karena tak mempelajari ilmu sastra dengan baik. Selama ini aku hanya fokus mempelajari politik, militer dan alam. Membuatku kelimpungan jika harus membuat kalimat yang indah.
102.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai contoh puisi sastra
Baca
+Pustaka
My Beloved Partner

My Beloved Partner

Puisi itu berbunyi: Di antara sejarah dan darah pahlawan, Ada degup yang tak bisa kuabaikan. Tak ada merah putih di dadaku selain wajahmu yang selalu tenang. Untukmu, guru berjas abu-abu… Pak Taka mengernyit. “Ini puisi... romantis?” Laras maju ke depan dengan cepat, “Itu... karya fiksi, Pak! Kami mau menunjukkan bahwa nasionalisme bisa disisipkan dalam bentuk rasa cinta!”
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai contoh puisi sastra
Baca
+Pustaka
Sang Menantu Perkasa

Sang Menantu Perkasa

"'Di sini kita berpisah, kawan, sekali untuk selamanya. Kau pergi sejauh sepuluh ribu mil, hanyut.' Bagus, bagus! Nak, puisimu benar-benar bagus." Arjuna tersenyum tanpa mengatakan apa-apa. Omong kosong. Puisi-puisi itu karya Saleha, seorang penyair terkenal. Bagaimana mungkin puisinya tidak bagus? "Nak, bolehkah aku menyalin semua puisi ini?" tanya sang pria tua dengan hati-hati. Dia seperti takut Arjuna menolaknya. "Boleh." "Kalau begitu terima kasih, Nak."
9.3430.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13.8K kali sebagai contoh puisi sastra
Tampilkan Ulasan (65)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Easy Loundry
ga cocok u pembaca kek aku yg menyanjung, pria dgn 1 wanita, yg g playboy, g apa2 jahat, intimidasi yg penting u 1 wanita, g suka pria yg gonta ganti wanita, celup sana celup sini. jd blm berani baca buku thor yg ini.. mianheee thorrr, nyari buku dgn judul yg laen milik thor aja...
Baca Semua Ulasan
Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

Perjalanan Dimensi Waktu Sang Genius

"Menikmati teh membicarakan dunia, menikmati bunga membicarakan kehidupan." Hanya dengan dua baris puisi sederhana ini, Wira berhasil membuat semua orang di aula itu sangat terkejut. Orang pertama yang memberikan tepuk tangan adalah Hasto, lalu yang lainnya ikut bertepuk tangan juga. Mereka mengira Wira hanya orang kasar yang tidak tahu apa-apa. Tak disangka Wira malah memiliki kemampuan sastra yang luar biasa, hanya sembarangan beberapa kata saja sudah berhasil membuat puisi yang begitu bagus.
96.1M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 190.6K kali sebagai contoh puisi sastra
Tampilkan Ulasan (2659)
Baca
+Pustaka
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Dillah_whj
izin promosi ya kk ... ayo kk/mas jangan lupa mampir kecerita saya judulnya: Diary Dira kisah tentang seorang pramugari yang berusaha sembuh dari luka akibat penghianatan kekasihnya yang ternyata sudah melangsungkan pertunangan dengan wanita lain. Ada juga pak tentara tampan yang akan nyembuhin
Baca Semua Ulasan
Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

Penyamaran sang Putri di Akademi Para Pangeran

"Puisi, karya sastra yang mengungkapkan perasaan, isi hati, dan juga pikiran. Juga bisa diambil dari sebuah pengalaman hidup. Puisi sebuah syair yang mengandung makna.” Para siswa memperhatikan Guru yang menjelaskan tentang puisi. Guru juga membacakan beberapa puisi, tentang perjuangan seorang jenderal dan juga puisi tentang romansa. Setelah menjelaskan tema pelajaran hari ini, Guru menutup bukunya. "Sekarang giliran kalian. Ambil kertas, dan kuas." Guru kembali ke mejanya. "Tulis satu puisi. Temanya tentang perjuangan.”
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 70 kali sebagai contoh puisi sastra
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status