Pembantu Rasa Nyonya
“Kenapa, Ma. Rima penasaran. Yang selama ini tahu, pelajaran ekonomi yang menekankan produksi besar untuk meraupkan keuntungan yang besar.”
Aku tersenyum. Memang yang dikatakan benar. Tetapi aku mempunyai pikiran lain.
“Beda sudut pandang saja. Mama melihat, sesuatu yang diproduksi masal, itu berbanding terbalik dengan nilai barang itu sendiri. Kespesialan barang itu akan luruh bersamaan dengan banyaknya orang yang memilikinya. Benar?”
Dia tersenyum sambil mengangguk.
“Seperti spesialnya cinta Papi kepada Mama,” celetuknya sambil tertawa.