CINTAKU TERGADAI
ucap Jovan sambil masuk kedalam kamar mandi.
"Jo," teriak ku.
Namun, suaraku akan sia-sia terdengar sebab suara mesin air jauh lebih berisik.
Aku kembali ke dapur, namun bukan untuk memasak melainkan duduk di kursi reot dan menangis terisak.
"Aku pergi, kau masak saja untuk makanmu dan bayimu, aku akan makan di warung."
"Jo, dengarkan aku kali ini saja, bila kau tidak menginginkan bayi ini, tetapi kenyataannya bayi ini adalah anak mu, bila ayahmu masih ada, dia juga pasti mengakui anak ini sebagai cucunya."
Bab Populer