KEMBALINYA SANG RATU
"Lihat! Mereka jual tanah ke Cina, kita dikorbankan!"
Kemarahan meledak. Puluhan pemuda Tawiri naik motor menuju Lambusango, pentungan dan parang di tangan. Tapi di perbatasan, mereka dihadang barisan wanita tua bersenjatakan kris pusaka dan dolu-dolu (kendi air suci).
"Kami tidak musuh kalian!" teriak Wa Ode Marinu, ibu Sinta, sambil menuangkan air suci ke tanah. "Lihatlah ke langit! Bintang-bintang sedang menangis melihat kita bertengkar!"