Berbagi Luka
Orang kota, gadis itu tak menyukai pergaulan mereka.
“Oke, nah, waktu gue lagi duduk santai itu, tiba-tiba segerombolan bolang tukang antri bakwan yang gue sebut di awal cerita tadi datengin gue. Dengan syuriken lima ribuan yang mereka anggep senjata kematian di tangan mereka, mereka nantangin gue. Katanya gini, heh, mang! Gara-gara maneh tukang bawang tutup! Aing mau nantangin maneh! Sok, kadieu lawan aing! Kata gue, lah, tukang bakwan sama gue apa urusannya?” Jonathan benar-benar merupakan seorang lelaki berkepribadian ceria, jauh lebih ceria dibanding Guntoro. Nampaknya, lelaki itu akan mendapat banyak sekali teman nantinya.
“Terus lo tanggepin gak, bro?” tanya Guntoro seraya memegangi pe
Sikat na Kabanata