Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Choice

Choice

“Boleh, ya, Ma. Sedikit aja. Coklatnya nggak gede.” “Jangan kebanyakan makan. Sisanya buat besok.” Reihan beranjak dari duduknya saat bel pintu berbunyi. Adam menyapa dengan senyuman. “Gimana keadaan Pak Gunawan?” “Sudah lewat masa kritis, tapi masih belum siuman. Aku sedih lihatnya. Jadi ingat almarhum Intan. Aku takut sumpah serapah almarhum Intan terjadi.”
102.3K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as critical
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

Walaupun ia juga suka ke puncak menikmati jagung bakar. Bunyi nyaring notifikasi langsung menyadarkan Joi. Ia meneliti pesan yang baru masuk. Sujud syukur, teman-temannya mengadakan rencana keluar ke bar. Sungguh, sangat peka terhadap keadaan Joita sekarang.
7.53.0K viewsOngoingAdded to Library 59 Times as critical
Read
+Library
Shadow

Shadow

Mereka mungkin harus segera minta maaf pada Lusiana. Jean dan Watt berjalan keluar dari rumah besar itu. Mereka berniat pergi ke rumah sakit dengan berjalan kaki karena tak punya uang. Ponsel Jean terjatuh dan hilang entah dimana, padahal ponsel itu satu-satunya sumber uangnya. Ponsel Watt juga tertinggal di dalam mobil yang saat ini ada pada Jason. Sesampainya di luar pagar, Jean dan Watt menemukan sebuah kardus besar di tempat sampah. Jean sama sekali tak mencurigai kardus tersebut, namun Watt ternyata sangat curiga. Watt pun segera menghampiri tempat sampah tersebut.
9.911.9K viewsCompletedAdded to Library 451 Times as critical
Read
+Library
BATARI

BATARI

Mata biru cerahnya tajam, geraknya efisien, dan diamnya terasa seperti peringatan. Batari mendapatkan hak yang sama seperti Seline: kartu kredit tanpa batas, kartu debit tiga digit dan seorang asisten pribadi untuk memastikan ia tidak jatuh… atau dijatuhkan. Hadiah yang manis, dengan rasa logam di ujung lidah.
10581 viewsOngoingAdded to Library 16 Times as critical
Read
+Library
MATE

MATE

Meskipun kuyakin bocah itu merasa kesakitan, tapi tak ada setetespun air mata yang keluar dari mata coklat mereka. “Jadi kalian masih ingin melawan?” suara bariton pria itu membuatku langsung menoleh dan menatap mata merahnya. Pria itu mulai mendekat dimana tubuh Stiff berada, mengangkat Stiff yang tak sadarkan diri hingga sejajar wajahnya.
109.5K viewsCompletedAdded to Library 218 Times as critical
Read
+Library
U

U

Saling menatap satu sama lain dan setelah itu kami melanjutkan perjalanan pulang. Satu yang aku tahu bahwa, 'mencintai dengan hati bukanlah ego'. Ego hanya membuat kita menjadi serakah. Yura End POV. ***
103.4K viewsOngoingAdded to Library 134 Times as critical
Read
+Library
RUSAK

RUSAK

Sarah mengernyit heran dengan ucapan Sinta, tetapi dia memilih tidak ambil pusing. Sore hari pun tiba, Sarah sudah bersiap di tepi pantai dengan dress kuning menyala lengkap dengan topi besar yang berbentuk bundar. “Sorry telat.” Sebuah suara mengalihkan perhatian semua kru, termasuk Sarah. “Sinta, dia kan?” bisik Sarah. Sinta menyunggingkan senyum meledek, “Iya, dia Kevin Pribadi. Kameramen terkenal dan terganteng sejauh ini. Gimana?”
2.2K viewsOngoingAdded to Library 85 Times as critical
Read
+Library
PARALLEL

PARALLEL

Друг познаётся в беде́ (Drug paznayotsya v byedye) “Kau akan menemukan teman sejati di saat susah.” Vorkuta, Mei 2025 “Ada yang kau ingat, Xavier?” tanya Okami membuyarkan lamunan Xabi yang masih memproses informasi tentang Lucifer di kepalanya. “Luci adalah game master.” “Yup! Tidak diragukan lagi.”
3.0K viewsOngoingAdded to Library 68 Times as critical
Read
+Library
CINTA

CINTA

ujar Leysa was was. " saya dari pihak rumah sakit GeoHospital , ingin memberi kabar bahwa ibu Alina menjadi korban kecelakan beruntun dan sekarang keadaannya sedang kritis " ujar pihak rumah sakit itu. " apa !!! , ibu saya mengalami kecelakaan dan keadaan nya sekarang sangat mengkhawatir kan " Leysa sangat terpukul mendapati kabar bahwa keadaan ibu nya yang sedang kritis, mulai meneteskan air mata nya
104.0K viewsOngoingAdded to Library 87 Times as critical
Read
+Library
Shadow

Shadow

Lagu BTS - Butter berbunyi dari ponsel Kendra. Lelaki yang sibuk melihat anak buahnya memukuli seseorang yang sudah hampir sekarat itu mengangkat tangan isyarat untuk berhenti. "Ya?" "Saya sudah menemukan orangnya, Tuan." "Bawa dia ketempat biasa." Kendra memutuskan sambungan telponnya. Ia membenarkan letak kacamatanya dan menatap tajam orang yang sudah hampir sekarat itu dari balik kacamatanya.
102.8K viewsOngoingAdded to Library 62 Times as critical
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status