ENAK, PAK DOSEN!
jawab Jimmy cepat sambil melambaikan tangan, membuat semua orang yang ada di sana ikut tertawa.
“Ih, padahal asyik, loh. Apalagi kalau buat vlog keseharian tinggal di sini, auto fyp itu videonya.”
Meski benar adanya sebab Raline pun telah melakukan itu, namun Jimmy sendiri tetap enggan melakukannya. Baginya, bekerja nyata lebih baik daripada membuat vlog.
“Gak usah, kamu aja sana.”
Suasana pagi itu begitu sempurna; sebuah harmoni yang lahir dari pahitnya masa lalu yang kini telah sepenuhnya mereka ikhlaskan.
Hot Chapters