Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
SaDriS

SaDriS

Boro2 2,5 juta drisss,250 ribu aja mamah gak ada! Emang uang segitu banyaknya buat apa sih drisss,tanya ibu sadris kepadanya.. "Yaudah mah kalo gaada gapapa... Sadris berpamitan pada ibunya dan langsung pergi menuju toko Riza... ***
9.62.9K viewsOngoingAdded to Library 104 Times as dal arab
Read
+Library
Arimbi

Arimbi

Melihat perubahan Leo, Hanna pun menghampirinya dan bertanya-tanya. "Leo, ada apa?" Perasaan Hanna tidak enak. "Arimbi meninggal dunia." Sontak Hanna menekap mulut, air matanya jatuh dengan sendirinya saat mengingat Arimbi. "Innalilahi wa innalilahi raji'un." Mengusap wajahnya berulang kali, Leo menatap Hanna dengan lembut. Memerhatikan wajah Arimbi yang berseri kemerahan di bawah terik matahari. Dadanya jadi terasa nyeri.
103.9K viewsOngoingAdded to Library 141 Times as dal arab
Read
+Library
ZahFad

ZahFad

"Hmm ... untuk sementara ini kamu tinggal disini saja." "Baiklah." Zahra mengiyakan perkataan Marisa. ***** Adzan zuhur berkumandang. Santriwan dan santriwati mempersiapkan diri untuk menunaikkan shalat berjama'ah. Zahra dan Marisa berjalan berdua menuju masjid pesantren. Di depan masjid, Marisa menunjukkan seseorang. "Itu Mas Fadli. Dia anak pesatren paling pintar disini. Dia itu banyak memperoleh juara diberbagai daerah."
1.9K viewsOngoingAdded to Library 57 Times as dal arab
Read
+Library
DENDAM

DENDAM

tanya Pak Arman, kepala team penyidik. ●Pov Author.● Alia tersenyum, melihat Pak Arman berbicara dengan Raka melalui sambungan telepon. Mimpi buruk akan kembali padamu lagi, Raka. desis Alia, seraya tersenyum licik. 😍Terimakasih😍 Jangan lupa subscribe, like dan komentarnya dong! Biar aku-nya makin semangat.
1024.6K viewsCompletedAdded to Library 541 Times as dal arab
Read
+Library
Dia

Dia

"Iya, sama-sama Argan," Argan melirik gadis itu sekilas sebelum menenggak habis minuman itu. Kemudian dia mengulurkan kaleng yang sudah kosong itu pada gadis di sebelahnya. Lea yang melihat uluran kaleng kosong hanya bisa mengangkat alis bingung. Apa nih? "Titip," Lea masih tidak mengerti. Titip apa? Sampah? Argan mendecak, "Nggak ada tong sampah,"
102.6K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as dal arab
Read
+Library
Dewa

Dewa

' Letter sewarna darah itu berbaris melengkung di belakang sendiri, dengan huruf Comic San berukuran duapuluh lima centimeter. Sebelum pelajaran bermula, Bu Zifa mengabsen ke seluruhan siswa. Dari abjad pertama sampai terakhir. "Anang Febriansyah," "Hadir," "Afina Zuhara!" "Hadir," "Bambang Kusuma," "Hadir," Absen berjalan lancar sampai abjad 'C' "Chika maura Aurina," "Hadir," Namun mendadak terhenti di abjad 'D'
9.97.5K viewsCompletedAdded to Library 217 Times as dal arab
Read
+Library
SELUMBARI

SELUMBARI

Eri, teman tersebut sudah fokus mencatat warna api dari larutan yang aku gunakan tanpa menunggu jawaban Ara, sepertinya itu hanya pertanyaan basa-basi sehingga Ara aman walau tidak menjawabnya. ”Aman terkendali.” Ucapku yang juga berbisik kepadanya. Ara melanjutkan praktikum setelah aku. Dia menyelupkan kawat nikrom pada larutan selanjutnya dan melakukan pengujian. “Kira-kira ada nggak ya, zat yang bisa membuat orang melupakan ingatannya?” Ara tiba-tiba bertanya saat melihat warna pada api. ”Melupakan apa, Ra?” Slamet tiba-tiba nimbrung.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 42 Times as dal arab
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

tanya Dion heran. Dito dan Farrel kompak mengedikkan bahu mereka. "Apa kau belum meminum susumu, Di?" Tanya Farrel. Dion menggeleng, sambil mengunyah dia berkata, "tadi aku meminta di buatkan susu, tapi kata chef Wisnu, di sini tidak ada susu coklat, yang ada hanya ada susu rasa strawberry dan susu sapi." Farrel dan Dito, mereka kompak menggelengkan kepala.
105.9K viewsOngoingAdded to Library 211 Times as dal arab
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status