CALON MERTUAKU
“Saya menyukai Nora, Mak, saya tak rela kalau dia jadi milik lelaki lain.”
“Kalau kau suka dengan dia …” Emak terbatuk dan menahan napas. “Kalau kau suka dengan dia, kau lamar dia baik-baik, Nak. Dosa kau berzinah, Ya Allah, rasa-rasanya dah aku jaga makan kau dengan uang halal, tapi kenapa kau macam ni, Andi. Sia-sia rasanya emak besarkan kau. Emak tak pernah minta harta dari kau, kan? Emak minta kau ibadah, Nak, ingat Allah. Sudah sholat tak pernah, berzinah pulak kau lagi. Ya Allah, ambil sajalah nyawaku malam ini. Tak pantas hambamu jadi orang tua rasanya.”
“Memang kalau dilamar kita diterima, Mak? Tidak akan, yang ada kita dihina.” Aku berdiri dan menunjuk diri sendiri.
Bersambung