Duka Cita
“Sainganmu ternyata Nando.”
“Apa, sih, Ma.”
Gemi menghela pendek. Masuk ke dapur dan meminta asisten rumah tangganya untuk membersihkan kamar tamu dan memastikan semua peralatan di dalam sana sudah lengkap tersedia.
“Nggak usah apa-apa, kalau sebenarnya kamu lagi kenapa-napa.” Gemi berbalik lalu menyandarkan satu sisi pinggulnya di kitchen island. “Tahu siapa Nando, kan? Nggak pernah sekalipun Mama dengar gosip dia dekat dengan perempuan. Tahu-tahu, dia terbang dari Jakarta ke sini, cuma buat jenguk Cita. Kamu pasti ngerti maksud, Mama, kan?”
Bab Populer