Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Gulai Daun Singkong untuk mertua

Gulai Daun Singkong untuk mertua

Part 9 Kesepakatan "Loh, kenapa bisa begitu mak? " Tanya Bang Umar, Semua yang hadir diruang tamu kaget dan kompak bertanya tanya. "Emak sudah diusir dari rumah itu" Kata kata Mak singkat tapi penuh penakan. Emak tak sanggup lagi memendam luka itu terlalu lama, semakin ia pendam semakin hancur hati nya.
1020.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 801 kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
DENDAM SANG PEWARIS

DENDAM SANG PEWARIS

Mereka bahkan dengan terang-terangan membandingkannya dengan Rangga yang selalu berkata kasar pada karyawan dan juga angkuh. Er hanya tersenyum saat mendengar para staf mengakui wajah mereka yang terlihat tidak mirip sebagai kakak adik. Namun, semua orang tiba-tiba membisu ketika Daniel melotot tajam ke arah mereka. "Apakah Mamaku dulu selalu ikut dengannya saat pergi memeriksa setiap pabrik miliknya?" tanya Erlangga tiba-tiba saat mereka dalam perjalanan pulang.
9.56.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
DENDAM ANAK LELAKIKU

DENDAM ANAK LELAKIKU

"Kamu punya adik?" "Punya Kak, perempuan. Masih umur 5 tahun," jawab Mayla. Raka merasa benar-benar aneh. Bagaimana bisa kebetulan begini. Dia dan gadis di depannya seolah punya banyak sekali kemiripan nasib. "Mama Kamu kerja apa?" "Mama nggak kerja, Kak. Mama tiap hari kerjaannya hanya main." "Main? Maksud kamu?"
1051.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
Duda Pilihan Mama

Duda Pilihan Mama

Andara menutuo mulutnya dengan kedua tangannya. Lidahnya menjadi kelu dan rasa tak percaya menyelimuti relung batinnya. Seseorang yang ia anggap kalem dan sabar, ternyata bisa meledak seperti ini. “Dasar laki-laki ********!” maki Anessa. Setelah melontarkan makian, Anessa segera keluar dari tempat itu. Disusul kemudian oleh Andara. Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk segera pulang ke rumah.
101.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
Mahar 50 Juta dari Si Petani

Mahar 50 Juta dari Si Petani

"Emak merasa kalau Bapak ingin ditemani, Dilsah." Tubuh Dilsah bergetar hebat. Dia menangis sembari memeluk Emak dengan posisi menyamping. Kepalanya ditenggelamkan pada perut rata Emak. Semakin tua, semakin habis saja bobot tubuhnya. "Kamu tau kan kalau Akbar tidak punya saudara, Nduk?" tanya Emak. Dilsah mengangguk tanpa berkata. "Kalau Emak pergi, hanya kamu yang dia punya."
1021.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 541 kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
Dendam Mantan!

Dendam Mantan!

Tak ada yang tak tersenyum, semua orang terlihat melengkungkan senyuman usai mendengar ucapan Raiden hingga tak berselang lama pria itu pun datang dengan penampilan khas bapak-bapaknya dan tak diam, Raiden tentu saja bertanya, "Ada apa?" "Ini Mama katanya mau tahu sugar daddy aku," kata Aisha. Memandang Aleora, dia berkata, "Tuh Ma sugar daddy aku. Aku kalau minta uang suka sama beliau, jadi dialah sugar daddy kesayangan aku." "Kamu bikin Mama khawatir aja." "Halah basi," celetuk Rajendra. "Kirain sugar daddy beneran. Tahunya sugar-sugaran."
2.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
Mengemis Maaf Istriku

Mengemis Maaf Istriku

Dia berulang kali melihat pesan yang dikirim seseorang, sebuah alamat yang sangat asing baginya. "Aku yakin kamu ada di sana, Sayang. Lihat saja, setelah ini tak akan kubiarkan kamu menghilang dari sisiku meski hanya beberapa detik." Seringai Hakam sembari memandang layar ponselnya. * "Dimana Nyonya, Din?" tanya Masitah pada Dina, salah satu karyawan yang bekerja di bagian dapur. "Ada didalam kayaknya, Mbok." Dina menyahut tanpa menoleh.
1035.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
Kakak Iparku Benalu Rumah Tanggaku

Kakak Iparku Benalu Rumah Tanggaku

pamitku pada mereka. "Kemana, Dam," tanya Kakak kandung Mas Adam. "Biasa, habis gajian ya belanja bulanan," sahut emak. "Aku nitip, ya, Dam. Nitip beliin kapas," lanjut Emak. "Iya, Mak," sahutku. "Oh ya, ini buat emak." Kuberikan amplop putih ke Emak berupa jatah bulanan.
4.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 163 kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
DIKIRA MISKIN GARA-GARA BAJU BUTUTKU

DIKIRA MISKIN GARA-GARA BAJU BUTUTKU

Ucapku manyun sambil memperlihatkan daster ku yang sobek. "Hahahah ya ampun, kok bisa sih Ma?" "Mana ku tau, lagian nih ya Pa. Gara-gara daster ini, masak Mama disangka pembantu. Asem banget kan? Lagian mana ada pembantu secantik dan seglowing Mama." Ucapku yang masih berapi-api "Ppfft!! Masak sih Ma." "Yee dibilangin malah gak percaya. Mana diketawain pula."
1054.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
Duka Cita

Duka Cita

“Sainganmu ternyata Nando.” “Apa, sih, Ma.” Gemi menghela pendek. Masuk ke dapur dan meminta asisten rumah tangganya untuk membersihkan kamar tamu dan memastikan semua peralatan di dalam sana sudah lengkap tersedia. “Nggak usah apa-apa, kalau sebenarnya kamu lagi kenapa-napa.” Gemi berbalik lalu menyandarkan satu sisi pinggulnya di kitchen island. “Tahu siapa Nando, kan? Nggak pernah sekalipun Mama dengar gosip dia dekat dengan perempuan. Tahu-tahu, dia terbang dari Jakarta ke sini, cuma buat jenguk Cita. Kamu pasti ngerti maksud, Mama, kan?”
9.838.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 842 kali sebagai daster emak emak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status