Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya

Istri Gendutku dari Desa Ternyata Orang Kaya

Asmi segera mengambil setumpuk daster. "Berapa satunya?" tanya Ibu lagi. "Mau yang mana? Kalau mau ambil aja," jawab Asmi datar. Matanya melihat tajam ke wajah ibu yang sedang menunduk seraya sibuk memilih daster. Aku memilih diam saja, aku tahu Asmi sedang marah pada ibu, dan akan semakin kacau kalau aku ikut-ikutan nimbrung.
9.9194.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 7.6K kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
FANTASI LIAR IBU PADA SUAMIKU

FANTASI LIAR IBU PADA SUAMIKU

bisik pria itu di balik telinga Rasti saat melewatinya. "Eum ... dasar laki-laki!" seloroh ibunya menanggapi saat melihat itu. "Ibu suka?" "Siapa suka pria botak! Ibu suka yang manis dan cool. Sama seperti seleramu," jawabnya sembari berlalu ke belakang. Biasanya ia akan mulai membuat adonan dan membiarkan Rasti untuk menjaga di depan. Gadis itu tidak menggubris lagi ucapan ibunya yang masih nyerocos mengumpat Pak Salim. Padahal tadi jelas pipinya memerah saat digoda, sekarang malah diumpat kekurangannya.
4.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Daster Buat Istriku

Daster Buat Istriku

Daster dalam kresek terjatuh dari tangan tanpa kusadar. “Ya, udah, tapi agak cepat temponya, biar cepat tuntas. Bayiku mau nen*n itu!” Suara perempuan mur*han itu kembali terdengar. Mengiris habis serpihan hatiku. “Iya, aku juga masih haus, Sayang! Janji, deh, enggak akan aku hisap habis! Aku sisain kok, buat bayi kamu. Enggak apa-apa berbagi sama bayi kamu, aku ihklas. Tapi kalau berbagi dengan suami kamu, kok, aku enggak ihklas, ya, hehehe ….”
1044.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
DENDAM IBU TIRI

DENDAM IBU TIRI

tanya Della. "Iya. Anda siapa ya?" tanya balik sang Ibu. "Ibu ini Ibunya Ayu? Bukan Ibu bayaran kan?" tanya Della hati-hati. "Maksud kamu apa ya? Siapa sih anda sebenarnya?" pekik sang Ibu yang mulai terpancing. "Maaf, Bu. Kalau Ibu, Ibunya Ayu, pasti Ibu tahu di mana Ayu kerja?" tanya Della penasaran.
5.58.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
IBUKU BUKAN BABUMU

IBUKU BUKAN BABUMU

Hingga beberapa waktu belakangan ini, terusik karena kehadiran keluarga Mas Damar yang ikut tinggal disini. "Bu, susu Alesha mana? Ini diapers juga sudah penuh. Tolong ganti!" Teriak Mbak Ulya membuat kami saling pandang. "Iya, Nduk sebentar." Kulihat ibu tergopoh-gopoh melepas mukena dan berlari ke kamar Mbak Ulya. "Biar saya saja, Bu." Aku langsung menoleh ke asal suara. Seorang wanita muda dengan memakai daster sebetis dan rambut panjang di ikat sebagian berdiri di depan Ibu.
1029.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 897 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
ISTRI SEMPURNAKU

ISTRI SEMPURNAKU

cerocos Ibu dan berusaha menyingkap dasterku. "Jangan dong, Bu. Malu. Ini Yaqin kok," ujarku sambil merapatkan paha. "Ibu tidak yakin kalau kamu Yaqin yang ibu yakini anak tertampan Ibu. Kok malah cantik sekarang?" cecar perempuan paruh baya itu. Aku terpingkal-pingkal. Apa iya seorang ibu tak mengenali anak lelakinya hanya karena pakai daster dan kerudung. Ibu memang berlebihan.
4.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Misi Bertemu Cinta

Misi Bertemu Cinta

Kata Ibu yang memakai daster. "Iya, apalagi dapat suami tampan, mapan, menyenangkan seperti Galang." Ibu yang masih memakai roll terpesona dengan perangai Galang. "Wah, sebentar lagi ada pesta. Pasti ada makanan yang enak. Jarang-jarang ada makanan enak. Ya gimana? Tiap hari makan tahu tempe terus." Sahut Ibu yang memiliki tompel besar di jidatnya seperti India.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 134 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Ibu Kosku Genit

Ibu Kosku Genit

Ia mengenakan daster sutra berwarna biru muda yang membalut tubuhnya dengan pas, memperlihatkan lekuk tubuh yang membuat Johan menelan ludah tanpa sadar. “Apa kamarmu sudah rapi?” tanyanya seraya melangkah masuk tanpa sungkan. Aroma parfum lembut yang dipakainya memenuhi ruangan, menyusup ke indra penciuman Johan. “Sudah lumayan, Bu,” jawab Johan sedikit gugup.
9.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 304 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Istri Suamiku

Istri Suamiku

"[Ibu tidak perlu pura-pura tidak tahu, saat ini Sarah lagi mengurus perceraian Bu, jadi Ibu jangan lagi meminta apapun kepada Sarah, karena sebentar lagi Sarah bukan menantu Ibu lagi]" "[Tetapi saat ini Kamu kan masih menantu Ku Sarah, apa salahnya sih membantu Ibu]" "[Maaf Bu, Sarah tidak bisa]" "[Dasar pelit, wajar saja Kamu ditinggalkan oleh Arga, Arga sebentar lagi akan segera menjadi seorang Ayah sedangkan Kamu? harusnya Kamu bersyukur masih diberi kesempatan menjadi Istri Arga walaupun di dua kan dari pada sendirian terus, mana ada sih lelaki yang mau menikahi Kamu yang mandul]"
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Perjalanan Patah Hati

Perjalanan Patah Hati

Ibu Asta yang sedang menuang bumbu ke atas wajan menyadari kehadirannya. "Mam." Raya menyalami tangan Ibu Asta yang tampak cantik dalam balutan maxi dress Dolce Gabbana motif maiolica biru tua, berbalut kerudung segi empat keluaran butik lokal kenamaan. Seperti panggilan Papi untuk Ayah Asta, Raya juga memanggil Ibu Asta dengan sebutan Mami sesuai permintaan mereka. Biar terasa punya anak perempuan, katanya.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status