Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Istri Pilihan Ibu

Istri Pilihan Ibu

Bab 1 Permintaan Terakhir Ibu "Dewa, Ibu mohon menikahlah dengan Gemi!" Sadewa terperangah tak percaya mendengar permintaan ibunya. "Aku tidak mau, Bu!" Sadewa menolak dengan tegas. Wajah kekasih hati yang berada di ibu kota melintas dalam benaknya. Ia tak ingin mengkhianati gadis kota nan cantik jelita yang sudah menjadi tambatan hatinya.
9.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 321 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
IBU DAN ADIKKU PENGHANCUR RUMAH TANGGAKU

IBU DAN ADIKKU PENGHANCUR RUMAH TANGGAKU

Lebih tepatnya aku takut dengan pemikiran yang selalu muncul di otakku sendiri, jadi lebih baik aku pura- tidak peduli dengan masalah itu lagi. *** Beberapa hari kemudian .... Bukannya bisa lupa, tapi pikiranku jadi semakin ke mana-mana setelah kejadian hari itu. Bagaimana tidak? Sebab, kini aku juga melihat ada beberapa tingkah laku aneh dari Ibuku, lebih tepatnya ada yang berubah dari Ibuku semenjak hari itu. Kini Ibuku jadi sering memakai daster pendek ketika di rumah, bahkan pakaian yang berbahan tipis, dan yang lebih menganehkan lagi, Ibuku juga sudah akur dengan Mas Rohman.
104.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 185 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Kesuksesan Istri Berdaster

Kesuksesan Istri Berdaster

Namun, kini malah menentangnya. "Kenapa kamu melarang saya pulang? Udah hebat kamu, ya?" sindir Atik tak suka diperintah-perintah. Tatapannya beralih melihat penampilan Marwa, daster lusuh dengan rambut dikuncir sekenanya. Tak beda jauh dengan seorang pembantu. Bahkan mungkin lebih bagus si Irah yang bekerja di rumahnya. Atik tersenyum, senyum meremehkan. "Ibu rumah tangga tak berpenghasilan saja belagu!" batin Atik mencemooh.
1011.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 425 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
IBU SUSU BAYIKU, CANDUKU!

IBU SUSU BAYIKU, CANDUKU!

panggilnya. Tak lama, suara langkah kaki dengan sandal rumah terdengar dari dalam. Bu Dewi muncul dengan daster satin berwarna ungu gelap dan rambut disanggul rapi. Meski usianya paruh baya, wajahnya dipulas make up tipis dan bibirnya merah menyala. "Oh! Ashley? Ke sini juga," sapanya ramah. "Masuk, sayang. Ayo-ayo. Lagi nyantai juga, kebetulan."
1038.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 835 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

BALASAN PAHIT UNTUK MERTUA

Ibu yang tengah menata makanan di atas meja tampak kaget dengan kedatangan kami berdua. “Lho, Faris? Udah datang kamu, Nak?” Ibu berucap lembut. Beliau mengenakan daster warna abu-abu dengan corak abstrak. Sebuah hijab kaus warna senada juga bertengger di kepalanya. Sebelum pulang, aku memang sudah mengirimi Ibu W*. Kusuruh dia menyiapkan makanan dan berpenampilan baik karena Adiba akan kuajak ke rumah.
1060.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Merebut Suami Pelakor

Merebut Suami Pelakor

Kepalanya melenggang angkuh, menoleh ke sana kemari dengan bangga. Kali ini ia memakai daster panjang yang baru dia beli di butik depan kampung khusus untuk hari ini. Badan suburnya melenggok melewati lorong. Lihat, mana ada ibu-ibu lain yang bisa memakai daster seharga 400 ribu seperti dirinya?
1064.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
BENALU

BENALU

Jujur saja aku bingung. “Mbak pilihkan yang bagus untuk istri saya! dia sudah hamil tua,” perintahku. Lagi-lagi pelayan itu tersenyum dan memilih-milih baju daster yang bergantungan itu. “Kalau menurut saya ini, Pak, bagus!” ucap pelayan toko itu seraya menunjukkan. Ku terima pilihan daster itu bibir ini tersenyum. Dater berwarna merah maroon dengan kain yang adem dan tebal. Bercorak bunga-bunga, semoga Martina suka.
9.949.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 988 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Menikahi Paman Mantan Tunanganku

Menikahi Paman Mantan Tunanganku

“Aku tidak pernah meminta semua itu. Itu murni keinginan Ibu. Kau juga tahu... Ibuku punya selera fashion yang tinggi. Aku tak mungkin menolaknya atau mempermalukan keluarga.” “Tapi kau tak keberatan mempermalukanku.” Ucapan Dastan itu seperti tamparan. Suara Lyra sontak tercekat di tenggorokan. **
9.9118.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Aku Bosan Menjadi Istrimu

Aku Bosan Menjadi Istrimu

"Ya udah, aku gak jadi ikut. Kamu keluar saja sama Ibuk!" Kuputar badan dan melangkahkan kaki menuju kamar. Malas sekali rasanya berlama-lama dengan Ibas. Apa salahnya coba, aku pakai daster. Daster kan, baju ternyaman bagiku. Gara-gara daster saja, aku sampai jadi bahan tertawaan. "Maaf deh," Ibas berusaha menahan pintu kamar yang hampir kututup. Tenagaku kalah kuat dengannya. Bagaimana mungkin, tangan wanita melawan tangannya yang berotot. Dia merengsek masuk, dan menarik paksa tanganku.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 117 kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Hasrat Terpendam Papa Tiriku

Hasrat Terpendam Papa Tiriku

jawab Darius. Ibu warung melirik foto sekilas. “Pak Ibra, ya? Dulu sering minum kopi di sini. Sekarang jarang kelihatan.” “Sekarang tinggal di Pinus Raya, Bu?” tanya Darius, memastikan. “Iya. Pindah sejak kiosnya kebakaran. Jual rumah, terus beli rumah yang murah.” Darius mengangguk, lalu menyeruput kopi hitam itu. Panasnya menyentuh lidah, pahitnya pas, dan entah kenapa terasa lebih nikmat dari biasanya.
1096.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai daster ibu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status