Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

"Kelemahannya satu, tetap bisa terbongkar jika kita bertemu dengan monster yang memiliki indra penciuman yang tajam... jadi bagaimana sebaiknya?!" "Masalah itu, aku akan membantumu menyempurnakannya!! bantu aku mencari daun ekor merah!! daun itu jika di gesek-gesekan akan membuat indra penciuman mati rasa... masalahnya itu juga berefek pada kita." kata ericka "Masalah itu, bukannya kita punya health potion, pakai saja satu tetes dan itu tidak akan mempengaruhi kita bukan?" kata Reynard.
102.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Skandal Suamiku

Skandal Suamiku

Aretha bertanya memastikan bahwa dirinya tidak salah dengar. "Kamu nggak tahu kalau di lehermu ada bercak kemerahan?" "Nggak." Aretha menggelengkan kepalanya pelan. "Ada apa ribut-ribut?" Risa mendekat ke arah kedua temannya. "Leher Aretha merah-merah." "Merah-merah?" Risa mengamati tanda kemerahan yang ada di leher Aretha. "Ini seperti kissmark."
5.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Dari Menantu Terhina, Menjadi Kaya Raya

Dari Menantu Terhina, Menjadi Kaya Raya

"Telingaku bertambah panas, apakah sebentar lagi tiba?" Ya, ia merasa telinganya seperti terbakar. Mungkin itu disebabkan karena Asher terus memberinya peringatan. Walaupun berada jauh dan tidak terlihat, tetapi suara Asher seperti menggema di telinganya. "Apakah telingaku merah?" jika benar, itu sangat memalukan. Victor melihatnya di sebuah kaca yang terpajang oleh sebuah toko di sana. Ia lantas memperhatikan telinganya dan memang benar merah.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 220 kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Istri Pengganti Untuk Jenderal Li

Beberapa hari setelah demamnya mereda, Fenglan sudah kembali gagah. Pagi itu, ia menemani Muyin menyusuri tepian sungai yang masuk ke arah hutan untuk mencari tanaman obat liar untuk persediaan di desa. "Ini namanya Daun Dewa, bentuknya bergerigi tapi bunganya kuning. Bagus untuk menghentikan pendarahan," jelas Muyin, sambil memasukkan tanaman itu ke dalam keranjang yang digendong Fenglan.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Dan ternyata daun telinga itu telah hilang dari tempatnya. "Hahhh...!" Gaok Lodra terkejut sekali, matanya terbelalak melihat tangannya berlumur darah. Rasa sakit mulai terasa dan ia mulai meringis menahan rasa perih itu. Darah pun ternyata sudah sejak tadi meleleh hingga membasahi pundak dan lengan kirinya. "Telingaku ..! Oh...! Telingaku!" suara Gaok Lodra gemetar.
1030.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Janu: Tahap Awal

Janu: Tahap Awal

Bulunya yang merah berubah menjadi api yang membara, matanya pun kini berubah warna menjadi merah marun. Orang orang yang mendengar raungan sang siluman merasa kesakitan di bagian telinga. Gendang telinga mereka serasa hampir pecah. Beberapa prajurit yang tidak kuat langsung pingsan dibuatnya. Sisanya, menutup telinga sambil sedikit pusing di kepala.
9.135.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 931 kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Sangkar Pernikahan

Sangkar Pernikahan

Suara Davina parau dia menyelipkan anak rambut Danas ke belakang telinga. Saat itu matahari perlahan tenggelam di ufuk barat, mengecat langit dengan warna-warni oranye dan merah yang tenang. Angin sepoi-sepoi membelai rerumputan di taman rumah sakit yang tenang.
1019.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 510 kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Dinodai Sebelum Malam Pertama

Dinodai Sebelum Malam Pertama

Warna kulit pipinya langsung memerah hingga ke telinga. Darren Dash menyimak perkataan Nuha yang terdengar malu-malu dengan menampilkan wajah pura-pura serius. “Mas lihat ya? Yang mana yang merah-merah? Apa permainan Mas semalam sangat kasar? Jikalau seperti itu, Mas minta maaf, Sayang, Mas telah melanggar janji Mas,” sahut Darren menahan tawa yang mungkin nyaris meledak melihat kelakuan istrinya yang menggemaskan.
10147.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.9K kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Bab 479: Draven Rendell Saat matahari pagi terbit sepenuhnya, Alun-alun Peringatan Red Tide sudah tertutup warna merah tua. Bendera yang tak terhitung jumlahnya berkibar ditiup angin, berbagai nuansa warna merahnya saling bertautan, seperti lautan api yang bergelombang. Ketika teriakan dari hampir satu juta orang berkumpul di udara di atas alun-alun, udara seolah-olah terkompresi. Kehendak ini, yang ditempa oleh rakyat jelata, jauh lebih mengerikan daripada raungan Kaisar Naga saat itu.
9.78.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 265 kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Bapakku Dukun

Bapakku Dukun

Lendir berwarna merah menetes dari sela-sela giginya yang bertaring. Darah perawan? Mungkinkah Tina bisa ditumbalkan?
1076.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.8K kali sebagai daun telinga memerah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status