REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
Tangannya terangkat, mengusap pundak Elyon perlahan.
“Tapi jangan khawatir, nak,” ucapnya pelan.
“Kita sudah menemukan kelemahan Lucan.”
Elyon mengangkat kepala.
“Gadis itu,” lanjut Dea Lira, senyumnya mengandung bahaya.
“Seira.”
Ia tertawa kecil, nyaris seperti bisikan angin.
“Manusia itu begitu berharga baginya.”
Lalu suaranya merendah, penuh makna.