Pembantu Baruku Ternyata ....
"Mel, ada hutang yang tidak bisa dibayar dengan uang, yaitu balas budi. Papah harap, kamu bisa membantu Papa dalam hal ini, sebelum Papa, tutup usia."
Aku tertegun mendengar penuturan Papa.
Mereka bertiga keluar dari rumahku dan pergi seiring suara deru mobil yang semakin menjauh. Sedangkan aku, masih diam di tempat dan posisi yang sama.
Huft
"Balas budi, balas budi, balas budi. Kenapa harus dengan menikah, sih?" Aku menggerutu sendiri.
*
Ting.
[Mel, temui Mas, di kafe Seroja?]