Duka Cita
“Sudah berapa lama nggak bisa nyium sama peluk kamu.”
“Makanya buruan ke sini, nanti aku kasih pelukan lama-lama.”
“Cium juga, kan?” Arya menaikturunkan kedua alisnya untuk menggoda Cita, yang tidak henti tertawa.
“Terserah Mas Arya aja kalau itu.”
“Haseek! Beneran, ya, terserah aku.” Arya semakin gemas dan tidak sabar saja, saat melihat Cita menggigit bibir untuk menahan tawanya. “Nggak boleh nolak, oke!”
Hot Chapters