Budak Kesayangan Sang Tiran
Sekarang dia di sini, sendirian, dalam kegelapan.
Perlahan, matanya mulai beradaptasi. Gua ini cukup besar, dengan stalaktit menggantung di langit-langit dan dinding batu yang kasar. Dari suatu tempat, terdengar suara tetesan air yang teratur dan menenangkan.
Namun ada yang aneh. Di sudut gua, dia melihat tumpukan besar, seperti batu raksasa yang tertidur. Namun batu itu bergerak. Perlahan, teratur, seperti seseorang yang bernapas dalam tidur.