Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menjinakkan sang Alpha Tiran

Menjinakkan sang Alpha Tiran

Rea benar-benar tidak tahu. Dengan langkah perlahan Rea membawa telapak tanggannya kearah depan batu-batu itu. Batu-batu itu bergetar perlahan dan Rea tidak merasa ada ketertarikan disana. Hingga ada satu batu yang tidak bergerak sama sekali. Rea memandang hal itu dengan aneh. Kenapa batu itu hanya diam?
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Terjebak Mantra!

Terjebak Mantra!

Hanai menjelaskan setelah mengetahui keherananku. Lalu, pada sisi lain aku melihat sebuah batu putih, semacam batu gamping, yang bergambar sebuah pintu, berwarna hitam. Beberapa lama aku melihat pada batu putih itu dengan heran. Sebenarnya apa yang membuatku heran? Aku juga tidak tahu. Batu itu semakin mengajak mataku menari-nari, seakan mempunyai nyawa. Nai sampai heran menyaksikan tingkahku ini.
1010.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 405 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
DIAM DISANGKA BABU, BERGERAK JADI RATU

DIAM DISANGKA BABU, BERGERAK JADI RATU

Mampukah dia berdiri di antara tengah hempasan ombak? Seseorang pernah berkata padanya, "jadilah seperti terumbu karang, selalu kuat menghadapi segala cobaan. Jadilah baik seperti angin, berembus bebas, terkadang memberi kesejukan pada semua orang." Benarkah semua ucapan itu? Apakah berpengaruh besar dalam hidup? Rena memijit kening. Dia menarik napas panjang dan membuangnya kasar berulang kali demi melonggarkan dada yang kian sesak.
1033.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
CEO Bertopeng Giok

CEO Bertopeng Giok

Kian memperhatikannya dalam diam, ekspresinya campuran antara keraguan dan harapan yang putus asa. Hingga akhirnya, telapak tangan Elara menyentuh sebuah batu yang terasa berbeda. Bukan lebih hangat atau lebih dingin, tetapi seolah-olah batu itu bergetar atau beresonansi dengan frekuensi yang sangat rendah, cocok dengan "dengungan" yang ia rasakan di dalam dirinya. Sambil menahan napas, ia menekankan telapak tangannya pada batu itu dan mendorongnya dengan lembut.
943 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 35 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Legenda Dewa Pedang

Legenda Dewa Pedang

Debu belum sepenuhnya turun ketika sisa-sisa batu di lantai kembali bergetar. Bukan gempa. Bukan ledakan. Lebih seperti napas terakhir makhluk yang menolak mati. Pecahan golem yang berserakan mulai bergerak lagi—kali ini tidak membentuk tubuh raksasa. Batu-batu kecil saling menempel, memadat menjadi sosok setinggi manusia. Lebih kecil. Lebih ramping. Lebih padat seperti inti baja yang diperas dari gunung purba.
1027.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 732 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
WARISAN LUKA DARI BAPAK

WARISAN LUKA DARI BAPAK

Kemala memang bukan gadis yang cukup sabar dan bisa menunggu. "Apa kamu masih tidak percaya?" tanya Emeril sembari menekan satu batu bata yang menjadi dinding di sana. Lalu, sesuatu pergerak. Batu-batu berbentuk persegi panjang bergerak perlahan hingga membuat sebuah lubang, tidak besar tapi cukup untuk dilewati satu orang. "Ayo! Lihat apa? Bukannya kamu mau keluar?" seru Emeril.
2.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 45 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
PUSAKA PEDANG BATU SELEMBUR

PUSAKA PEDANG BATU SELEMBUR

Hembusan angin, kilat yang menyambar dan suara guntur saling menyahut, sama sekali tidak mengusik ketenangan pria paruh baya itu. Hingga, sebuah batu berukuran dua kepalan tangan manusia, memancarkan cahaya merah menyala, seperti luapan lava pijar yang keluar dari perut bumi. Batu itu, melayang di udara, menghampiri pria sepuh itu, seolah sedang terpanggil.
1.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Sang Maharaja yang Terlupa

Sang Maharaja yang Terlupa

Ia tidak melihat batu sebagai musuh, tapi sebagai bagian dari alam yang harus ia sentuh dengan penuh kesadaran. Ia mengangkat tangan kanannya. Gerakannya lambat, anggun, seperti tarian. Saat telapak tangannya hampir menyentuh permukaan batu, ia melepaskan semua energi yang telah ia kumpulkan dalam satu hentakan singkat, eksplosif, namun terkendali. DUAR!
10687 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 15 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API

SSSN 2 : LEGENDA PEDANG NAGA API

KRAK! Batu itu bergerak. Sepasang mata merah terbuka - ternyata yang dikira batu sebenarnya adalah kepala naga batu raksasa yang tertidur! Du Fei melompat tepat saat rahang naga itu mengatup, nyaris meremukkan tubuhnya.
1017.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 377 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Tampilkan Ulasan (10)
Baca
+Pustaka
Embunayu
Kak author yang baik. ijin promosi novel pertama saya ya Judul: Perjalanan Jati Diri Pendekar Pedang Api cerita: Perjalanan mencari jati diri Pangeran Karna setelah diusir karena dia adalah Sampah. Dibantu leluhur dan Dewa Perang dirinya menemukan inti jiwanya dan menjadi pewaris terkuat
Seutou kisaki
izin promosi novel judul : terkuat dari yang terkuat sinopsis: Dalam dunia sihir yang dibagi oleh kasta dan penindasan, Lennos, seorang cucu dewa terkuat, terpaksa melarikan diri setelah dituduh membunuh seorang pangeran ambisius. Menghadapi pengkhianatan dan kehilangan semuanya. genre - fantasi
Baca Semua Ulasan
Redemption: Identitas dan Masa lalu

Redemption: Identitas dan Masa lalu

Di depan bangunan tersebut terdapat sebuah air mancur yang terbuat dari batu kristal, May berpikir itu mungkin adalah sebuah bongkahan berlian paling besar yang pernah ia lihat secara langsung maupun dalam buku teks. “WAW!” May sangat terkesima dengan pemandangan yang ada di depannya. Jalan-jalan yang ada adalah jalan yang terbuat dari batu marmer hitam, sangat elegan. Hampir semua orang yang May lihat berlalu lalang di jalan memiliki paras yang cantik dan tampan, tubuh mereka tinggi semampai. May bahkan melihat beberapa anak yang sedang bermain memiliki tinggi badan yang lebih tinggi darinya.
2.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai diam seperti batu bergerak seperti
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status