Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ikhlas

Ikhlas

Awan pov Setelah selesai dengan ritual mandi aku segera mengecek ponsel karna sejak tadi berisik oleh suara notifikasi Mataku melotot sempurna saat melihat grup bisnis yang tengah ramai membicarakan aku dan Ka Edy Pak Arkana Calling 📲 Aku yang tengah sibuk membaca komentar di grup dikagetkan ketika mendapat panggilan dari Pak Arkana "Untuk apa pak arkana telepon malam-malam begini, duh angkat gak ya. Kalo gak diangkat takutnya gak sopan tapi kalo di angkat... duh tau ah" Akhirnya aku memutuskan untuk menjawabnya 📞"Assalamu'alaikum" salamnya 📞"Wa'alaikumsalam" 📞"Sudah sampai?" 📞"Hm sudah" duh kok deg degan gini ya
102.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 55 kali sebagai dieu
Baca
+Pustaka
SPERANZA

SPERANZA

Byakta mengangguk dengan malas. Speranza berjalan masuk, dia menghampiri brankar Yasa. Byakta menutup hidungnya saat mencium bau aneh dari tubuh Speranza. "Kau habis darimana? Mengapa tubuhmu sangat bau?!" tanya Byakta dengan kesal. Speranza terdiam. Dia mencium tubuhnya dan mengakui tubuhnya sangat bau. Byakta mendekat ke arah Speranza untuk mencium lebih jelas bau dari tubuh Speranza.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 89 kali sebagai dieu
Baca
+Pustaka
Atas Nama Pohon Suci

Atas Nama Pohon Suci

Ya Allah paringi Sekar power . Aku membuka mata berharap simsalabim, doaku dikabulkan. Lalu, Sekar meletakkan telapak kiri yang tergenggam di dada. Sekar, "Iii...i'm gonna fly... like a bird through the night, feel my tears as they dry..." Oh my goat! What tje fuk! Pitch control dan power-nya luar biasa bikin merinding. Sekar, "Iii...'m gonna swiii...ng from the chandeliii...er, from the chandeliii...er ..."
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai dieu
Baca
+Pustaka
5D

5D

kata Dion. Dira terdiam mendengar perkataan Dion yang terakhir, ia bungkam seketika tak tahu harus mengatakan apa. Dion adalah sosok yang selalu di sisinya kapan pun ia membutuhkannya, seperti yang dikatakan Dion. Tepat, Dira amat membutuhkannya. Dia merasa bersalah atas kejadian yang kini menimpanya dan Dion, apalagi Dion merasa bertepuk sebelah tangan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai dieu
Baca
+Pustaka
Cinta Ipar Duda

Cinta Ipar Duda

} DEG! ******* Terima kasih telah membaca dan support Dion and me.
1087.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai dieu
Baca
+Pustaka
New duda

New duda

Duh! End.
10.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 317 kali sebagai dieu
Baca
+Pustaka
Sang Dewi

Sang Dewi

Demikian, Larasati pun mengalihkan pandangan ke depan. "Aji Dharma, Tuhan selalu memberikan yang terbaik untuk kita, bukan mengikuti kemauan kita,” tuturnya. “Ayahmu memang meninggal sebelum sempat melihatmu lahir ke dunia, tapi mungkin itu juga ada baiknya." ***Sang Dewi ***
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai dieu
Baca
+Pustaka
PARAMOUR

PARAMOUR

Ting tung ting tung ting tung Satu ikat bunga peony memenuhi tangan Nathan yang kini sedang menunggu dengan gusar di depan pintu. Kegelisahan seperti memenuhi pikirannya tak kala Vivian yang biasanya begitu cepat membukakan pintu, kini harus membuatnya menunggu. Semua karena rasa bersalahnya, ia mengakui kesalahannya dan ia ingin menyelesaikan semuanya. Sekali lagi Nathan menekan bel yang membuat sosok di balik pintu itu membuka pintunya dengan senyuman kecut.
543 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai dieu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
345678
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status