KISAH CINTA YANG TERNODA
Belum sempat pak Safri berpikir yang tidak – tidak, Dirham sudah menginfokan bila dirinya bersama Kumala, tak salah juga bila pak Safri dan pekerja lainnya berasumsi yang tidak-tidak pada Dirham, sebab tadi jelas-jelas ia bersama Lili pamit untuk makan siang bersama wanita itu, dengan hanya menggunakan satu mobil.
“Mas, kalau perempuan itu nekat, gimana? Kaya dia terobsesi banget sama kamu.” tanya Kumala saat sudah ikut duduk di samping Dirham, ia lalu meluruskan kakinya, nyaman rasanya meluruskan kaki begini, sebab sedari tadi rasa tegang mengungkungnya di kamar ini.
“Dilepas dulu jilbabnya,” Dirham sudah langsung saja menarik pelan jilbab warna biru yang kumala gunakan, lalu merapikan anak