Yuk, Nikah!
“Kenapa ngelamun? Enggak jadi pergi?”
Seketika semua pikiran itu buyar. Aku tersenyum kecil, dan ini nyata dipaksakan.
“Jadi, kok. Yuk, pergi.”
Selama perjalanan aku tak banyak bicara. Entahlah, harusnya senang justru malah begini suasana hatiku. Vivi masih sama seperti biasa, agak cerewet kalau sedang bercerita.
“Ayang dengerin nggak, sih?”