Dia Ibumu Bukan Pembantumu
tanya Jo yang menghampiriku.
"Enggak, Sayang. Kamu katanya mau pergi? Ya sudah, berangkat gih. Keburu siang," kataku berpura-pura tidak ada apa-apa. Sayangnya, hati kecilku tidak merelakan dia pergi. Aku masih menginginkan dia berada di dekatku dan membersamaiku setiap hari. Akan tetapi, egois rasanya jika aku terus menerus seperti ini.
"Lo budeg atau tulis sih? Udah buruk rupa, gak denger orang manggil dari tadi?"