Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Sisa Cahaya di Jalan Gelap

Dalam hening yang pekat, Ratri bergumam lirih, suaranya nyaris tak terdengar kecuali bagi hati yang begitu remuk: “Ya Allah… ampunilah aku. Tolong ambillah nyawaku ini, ya Rabb, aku sudah tak tahan lagi menapaki jalan ini. Ya Allah, ampuni dosa-dosaku. Ampuni aku, Ya Allah.” Air matanya mengalir tanpa daya. Ia menutup mata, berharap doa itu menjadi penawar atau setidaknya, penghibur di saat dunia terasa amat kejam.
722 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
Kesendirian

Kesendirian

Prolog : Setelah hujan reda kami lanjutkan perjalanan untuk pulang dan aku langsung masak makanan favorit anak kost adalah ‘indomie seleraku.’ Malamnya kembali hujan rintik-rintik datang dan membasahi teras halaman kost ku, petir yang begitu kuat, dan tiba-tiba lampu padam dan aku kesulitan untuk mencari lilin. Berharap lampu akan menyala malam ini tapi hampir 2 jam, belum nyala juga. Aku hampir terlelap dan hujan juga mulai redah dan esok pagi aku bangun kesiangan karena lelahnya semalaman. Karena aku bangun kesiangan dan akhirnya aktivitas menjadi tidak terlaksanakan. Aku kesal dan ingin memarahi diri sendiri karena terlanjur bangun kesiangan dan hanya bisa rebahan tapi sepertinya dia tak
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
Don't Leave Me

Don't Leave Me

Yuki menggelengkan kepala “Doni?.” “Kami kangen mama.” Barry mengerutkan keningnya “bukankah mama bersama kalian semalam?.” Doni menggelengkan kepala “kami tidur di tempat bunda karena mama meminta bunda merawat kami.” Barry semakin bingung dengan perkataan Doni lalu bunyi klakson di belakang membuat Barry terdiam dan tidak bertanya lagi, Barry salah jika bertanya pada Doni karena pastinya tidak tahu apa – apa. Tiba – tiba perasaan Barry tidak enak setelah mendengar perkataan Doni, Barry harus segera sampai rumah agar bisa menghubungi Amel. Keadaan rumah yang cukup sepi membuat Barry bertanya – tanya dan tidak ada perubahan sama sekali dengan keadaan rumah, asisten rumah tangga yang melihat
1067.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
Thousand Years

Thousand Years

Dipetiknya satu daun dari tanaman rose vines itu, lalu ia tulis di sana sebuah kalimat. 'Aku ingin pulang. Bisakah kau membawaku kembali?' Setelah menuliskan itu, Vinia memejamkan kedua matanya. Satu detik, dua detik dan lima detik kemudian tidak terjadi apa-apa. Ia membanting pena emas itu ke lantai. Hingga menimbulkan bunyi debam nyaring saat menyentuh lantai pualam itu. Air mukanya tidak sedap dipandang.
104.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
Don't Stop Me Now

Don't Stop Me Now

Alunan musik What You DIdn't Say dari Mary Chapin Carpenter kini mulai terdengar dan tentunya bisa dinikmati. Aku membuka jendela mobil untuk merasakan hembusan angin berniat agar bisa tenang. Aku memang tak begitu pandai menyembunyikan perasaan, itu mengapa kak Thawaf bisa dengan mudah memberitahu tentang ku yang benar sedang merasa ketakutan akibat laju mobil dan tekuk wajah Kak Takdir. Where are the windows, where are the doors? I haven't the key to your heart anymore
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 80 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
A Gentle Kiss

A Gentle Kiss

Sebenarnya, genggaman ini bukan karena rasa kasih sayang, akan tetapi sebuah keterpaksaan yang perlahan mulai mengikis hatinya yang sunyi. "Jangan takut! Jangan berhenti berdoa biar hati kamu juga makin tenang. Percaya aja, bahwa kamu bisa melewatinya," ucap Devan dengan wajah datar. Seolah ucapan itu hanya sebatas kalimat penenang yang dia ambil dari g****e.
9.817.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 519 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
Nightmare

Nightmare

Aku sempat melihat tatapannya yang sarat akan kemarahan dan ketakutan. "Ada surat kalengnya juga nih." Rendi kembali menyahut menunjukan kertas yang telah dilipat rapi. Aku yakin sekali pasti isinya sama dengan yang tertulis tadi malam. Aku segera meremas kertas tersebut tanpa membacanya lagi. Sayangnya, Satria segera merebut nya dan membaca tulisan tersebut dengan lantang. 'KAU HARUS MATI!!!KAU HARUS MATI.'
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 75 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
Suatu Senja di Tanah Senja

Suatu Senja di Tanah Senja

“Anjing!” Hutan Pada Suka terbasuh senja kemerahan bagai beludru. Keheningan yang muram telah menggantikan suara-suara dalam aneka nada tinggi di siang hari. Tiada nyanyian serangga, angin mati, bahkan burung hantu enggan keluar sarang. Mardian berdiri di tepi hutan lebat menantang langit. Kedua tangannya terkepal erat, seluruh tubuhnya bergetar hebat. Matanya berkobar. “Wahai langit tempat Yang Kuasa berpijak, dengarlah: hari ini aku berhenti memohon, aku tak sudi lagi meratap untuk sedikit belas kasihnya. Katakan padanya: jika dia ingin membakarku di neraka, aku menerimanya dengan sepenuh hati!”
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
Suara Sungai untuk Orang yang Telah Pergi

Suara Sungai untuk Orang yang Telah Pergi

Dokter berkata bahwa duniaku akan segera benar-benar menjadi sunyi. Paling lama 3 hari, setelah itu aku tidak akan bisa mendengar. Setelah mendengarnya, Adam hanya terdiam sejenak. Demi fobianya terhadap suara bising, aku sudah lama mengundurkan diri dari pekerjaan di stasiun radio. Selama bertahun-tahun, aku tidak pernah memutar musik, aku juga tidak pernah lagi benar-benar mendengarkan suaraku sendiri. Aku hanya berharap dia menemaniku kembali ke Balleni, tempat pertama kali kami bertemu untuk mengadakan pernikahan tanpa suara. Sebelum kehilangan pendengaranku, aku ingin sekali mendengarnya membacakan janji pernikahan untukku. Menjelang pernikahan, teman masa kecilnya menelepon dan berkata
245 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 5 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
The Ghost and I

The Ghost and I

Dia tengah berkacak pinggang sembari melotot ke arah Satya. "Kenapa kamu datang ke sini? Pergi sana! Jangan ganggu aku!" usir Satya. "Aku ke sini karena aku tahu jika dirimu tidak bersalah." Satya menyeringai kecil. "Lalu, apa yang akan dilakukan para hantu jika mereka tidak bersalah? Tidak ada yang bisa mendengar suara kita. Apalagi sampai melihat kebenaran yang ada." "Itulah karma dari seseorang yang dulunya suka main wanita."
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 62 kali sebagai do not go gentle into that good night
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status