Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

KUBELI KESOMBONGAN, GUNDIK SUAMIKU

Meskipun dia menyebalkan, tetap saja dia masih menjadi imam ku yang sah saat ini. "Bangun, cepatlah pergi ke Masjid. Sudah adzan, nanti terlambat!" ujarku seraya mengguncang-guncangkan tubuh Mas Rengga. Namun, aku kembali menyentuh lengannya saat merasakan sesuatu yang tidak biasa.
9.769.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Dosa Berdenyut Rindu – Ustadz Zidan VS Dokter Salma

Dadanya terasa hangat, meski tubuhnya masih letih setelah seharian jaga di rumah sakit. Kalimat yang ditulisnya di buku catatan tadi, “Mungkin doa ini akan berlanjut di tempat lain”, terus berputar dalam benaknya. Ia berjalan menuju halte bus kampus, duduk sendirian, menatap langit yang samar-samar berawan. Telinganya tiba-tiba menangkap suara adzan dari masjid kampus yang tak jauh dari aula. Lamat-lamat, suara muadzin menembus keramaian kendaraan. “Allahu akbar, Allahu akbar…”
745 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
Menikahlah, Mas!

Menikahlah, Mas!

Haura Zahra, dipaksa menerima takdir pahit. Ia harus menikah dengan Bara Aditama, pria yang seharusnya menjadi adik iparnya. Di bawah bayang-bayang kewajiban keluarga, Haura pasrah, tak kuasa menolak. Bara mengakui bahwa hatinya tak pernah untuk Haura. Ia telah terikat janji suci dengan wanita lain, Hana, yang mengaku sedang sakit keras. Haura dengan besar hati mengizinkan Bara menikah lagi. Kebohongan demi kebohongan terungkap, menguak tabir gelap sebuah cinta yang terjalin dalam kepalsuan. Siapakah sebenarnya Hana? Haura pun terperangkap dalam pusaran intrik keluarga yang rumit. Bisakah ia bertahan dan menemukan kebahagiaan sejati di tengah badai kehidupan?
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
Jodoh dari ayah

Jodoh dari ayah

Fatimah pun membiarkan alarm terus berbunyi. " Ya sudah, ayah berangkat ke Masjid dulu bu. Assalamualaikum " pamit Ismail seraya mengenakan kopeyah ke kepalanya. " Wa'alaikumus salam" Fatimah pun segera mengambil air wudhu.
9.714.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 423 kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
Kita Beli Kesombongan Mertuamu, Nduk!

Kita Beli Kesombongan Mertuamu, Nduk!

“Bapak berangkat ke masjid dulu, ya, Bu. Assalamu’alaikum.” “Wa’alaikumussalam.” Darmawan berangkat ke masjid hanya dengan berjalan kaki saja. Jarak dari rumahnya menuju masjid, hanya berkisar seratus meter saja. Sekalian ingin mengajak bapak-bapak yang lain untuk hadir ke pertemuan malam nanti. “Assalamualaikum, Pak RT,” sapa Darmawan saat melihat perangkat desa itu memakai sandalnya usai melakukan salat magrib berjama’ah.
10144.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
Istri Warisan Sahabat

Istri Warisan Sahabat

Happy Reading ***** Azan subuh berkumandang yang menandakan segala aktifitas dan pekerjaan akan segera dimulai. Haidar sudah bangun lebih dulu, berangkat jemaah ke Musala. Namun, sebelum itu dia sudah membangunkan Aliyah. Sepanjang perjalanan menuju Musala, entah mengapa detak jantung Haidar bekerja lebih cepat. Dia merasa ada sesuatu yang mengganjal.
103.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
Istri Yang Terbuang

Istri Yang Terbuang

tanya Kinan sedih. “Ya, Ki. Doakan biar pekerjaan Mas mudah.” “Aamiin. Maaf ya, Mas. Nggak bisa mengantar Mas pergi tapi doa Kinan selalu yang terbaik untuk Mas. Mas berangkat jam berapa?” “Sebentar lagi. Mas pulang hanya untuk mengambil baju ganti dan juga pamit sama Ibu. Ya sudah, jangan lupa pulang besok ya?” “Iya, Mas.”
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

SUAMIKU TERNYATA BUKAN BERANDAL BIASA

"Sudah hampir mau maghrib, lebih baik kita cari Masjid dulu, habis itu kita pulang ya!" Damay mengangguk, kemudian ia bangkit mengikuti langkah sang suami menuju motornya. Sebelumnya, ia mengumpulkan sampah yang tadi dan menaruhnya di tong. Adzan berkumandang dengan merdu, memanggil kaum muslimin untuk melaksanakan kewajibannya. Saga dan Damay sudah berada di sana dan melaksanakan salat berjamaah, berdzikir dan berdoa.
1072.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
Kau Peras Peluhku Demi Madu

Kau Peras Peluhku Demi Madu

Dia lelaki yang taat akan agama, sehingga sedikit banyak tahu aturan berpoligami sedangkan aku--aku hanya wanita biasa yang kurang akan ilmu agama itu Namun, satu pintaku dalam setiap doa yaitu agar semua berjalan selalu di jalan Allah. Akhirnya pagi pun datang dengan suara adan subuh. Gegas kubangunkan Zahra agar segera mandi dan bersiap untuk berangkat ke titik kumpul di depan masjid An Nur. "Bagaimana Zahra, sudah siapkah?" tanyaku dengan nada rendah.
1030.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 603 kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
UANGKU BUKAN BERARTI UANGMU, MAS!!!

UANGKU BUKAN BERARTI UANGMU, MAS!!!

"Iya jadi Mak, tapi nanti biar Ida sama Bapak aja Mak yang pergi. Besok aja kalau waktu pembayaranya, kita berangkat bersama. Gak papa kan Mak?" "Iya gak papa Nduk, semoga semua prosesnya berjalan lancar ya?" "Aamiiin ya Allah...." ***** Allahuakbar, Allaaaahuakbar!! Sayup-sayup terdengar suara adzan shubuh dari masjid. Dan tak lama juga terdengar suara ayam jantan berkokok. "Sana kamu sholat dulu Da, nanti gantian Emak." "Iya Mak."
1066.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai doa berangkat ke masjid
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status