Jebakan Cinta sang CEO
Aku melakukannya, namun tak membuahkan hasil karena tanganku masih bergetar hebat.
“Apa yang kamu lakukan? Ini kan hanya infus,” seru lelaki itu seraya memisahkan kedua tanganku.
Benar. Benda ini memang hanyalah infus. Namun, aku tak bisa membiarkannya menempel di tubuhku, terutama selangnya.
Ketika melihat benda tersebut, aku jadi teringat kembali akan kejadian semalam. Mereka memasukkan air ke dalam tubuhku melalui tiga lubang, yaitu hidung, telinga dan mulut.