GAIRAH MASA LAJANG
Jangan kan melihat dan mendekati selokan, melihat pembuangan air dari dapur pun Dola tak pernah, terkecuali tak sengaja saat ia berada di perkarangan belakang rumahnya dulu, saat saluran pembuangan air itu masih terbuka tidak seperti sekarang telah dibuatkan saluran pembuangan air melalui sambungan paralon oleh ku menuju selokan.
Bahkan Dola seakan betah berlama-lama di sana, menemani ku bekerja sambil sesekali mengajak aku ngobrol.
“Senin depan kamu udah masuk sekolah kembali, jangan sampai kehujanan lagi ya? Nanti kamu sakit!” Dola menasehati.
“Aku sih sering kehujanan Tante, tapi nggak seperti malam itu saat aku membantu Mbak Ningsih,” ujar ku.