Dosa dalam Cinta
Tetesan hujan menetes dari rambutnya, membasahi wajah yang sudah penuh luka batin, menyatu dengan air mata yang tak henti mengalir.
Di sekelilingnya, para biarawati terus melafalkan doa dengan suara lirih, namun Satrio hanya mendengar kehampaan. Jemarinya menyentuh permukaan batu nisan, seolah berusaha merasakan hangat yang sudah hilang, dan bibirnya gemetar, merapal nama yang hanya tinggal kenangan. “Citra…,” bisiknya, patah dan serak, lalu suara itu hilang, tersedot oleh gemuruh hujan. Tubuhnya terguncang, lututnya lemas, jatuh berlutut di tanah yang basah, tangannya menggenggam erat tanah di hadapannya, menciptakan cekungan lumpur di antara jarinya. Di balik punggungnya, Tan Ming berdiri
Hot Chapters