ISTRI SIRI TENTARA ALIM
“Yang penting kamu siap lahir batin. Doamu tiap tahajud itu loh, nembus langit.”
Mira terdiam. Ia mengangguk. Tangannya menyentuh dada kirinya yang tiba-tiba terasa hangat. Ia ingat tiap doa panjang yang dia panjatkan, malam demi malam, tentang Rey. Ia ingat suara Rey di kepalanya, ingat canda tawanya yang khas.
“Kamu tahu nggak, Mbok,” ucapnya pelan, “Rey pernah bilang gini ke aku...”