NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!
goda Pram sambil berpura-pura memasang wajah sedih.
“Mas?” Puspita melotot. “Kita sedang membahas Bang Prabu sama istrinya. Bukan kita!”
“OK!” Pram mengangkat bahu, lalu membelai rambut Puspita yang kerudungnya sengaja dibuka. Jemarinya bermain-main di antara helaian halus itu. “Lelaki itu, susah jual mahal lama-lama, Sayang. Walaupun awalnya sama sekali tidak memiliki perasaan, kalau tiap hari bertemu, tiap hari melihat perhatian dan kasih sayang wanita itu, tiap hari disuguhi ketulusan dan kebaikan wanita itu... hati lelaki pasti luluh. Apalagi kebutuhan biologis juga besar.”