Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lelaki Pilihan Surga

Lelaki Pilihan Surga

“Imam terbaik, salah satunya adalah menjadi imam salat. Imam salat, adalah seseorang yang memiliki pengetahuan agama yang baik, hafalan yang cukup, dan lebih baik dari makmum. Iya kan, Kak?” “Iya!” jawab Kei, singkat. Wajahnya mulai menunjukkan kekhawatiran. Astagfirullah, Kei. Mampus kamu! Fajar, menyeringai. “Saat ini, alhamdulillah hafalan saya, sudah selesai di juz tiga puluh Kak. Tiga puluh tujuh surah, alhamdulillah. Jadi, untuk jadi imam saya, Kak Kei harus punya hafalan yang lebih bagus, dan lebih banyak. Iya kan, Kak?”
2.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Pak Ustadz, Jadilah Imanku!

Apakah Allah akan memberikan aku umur panjang sampai ramadhan yang akan datang? Aku teringat semua saat berada di pesantren. Bagaimana saat disana kita akan fokus pada ibadah dan segala urusan akhirat, sangat berbeda jika dirumah apalagi di kota. "Abu Gosok!" Tiba-tiba aku menyembutkan namanya. Entah sedang apa dia sekarang? Jika aku tak sakit begini, tentu esok lusa dia datang untuk meminta restu dan mengurus perceraian aku dengan Juragan Komar, tapi mungkin Allah berkehendak lain, aku kini justru kembali dengan harapan yang sudah mati.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 456 kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
ISTRIKU TAK SUKA DANDAN

ISTRIKU TAK SUKA DANDAN

"Aku sudah lebih segar Alya. Aku kuat untuk duduk." "Alhamdulillah, cepatlah sembuh agar ada yang menjadi imam nanti di rumah. Diantara semua yang kuinginkan ketika menikah adalah suamiku menjadi imam salatku." Aku diam. Imam? Apa aku bisa jadi imam? Sepertinya aku harus belajar dengan Siro nanti di kantor, dia sering jadi imam ketika salat berjamaah di mushola kantor.
9.628.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 623 kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

LEBIH BAIK KITA BERPISAH (Season 1)

Jelas saja, nomor kontak adik iparnya itu tersimpan di gawainya. Lantunan doa menjadi pembuka acara. Pak Imam, salah satu kurir di ekspedisi mereka memang diminta secara khusus untuk memimpin doa acara sore itu. Laki-laki yang seringkali menjadi imam di masjid dekat rumahnya itu tak menolak sama sekali. Berdoa untuk kebaikan tentu berlipat-lipat pahalanya.
952.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
Istri Sumbangan

Istri Sumbangan

“Ana tidak bisa membiarkan Ummi wudhu dan sholat sendirian.” Ah, jadi begitu. Di waktu singkat yang diberikan Raihanah ini, Fathul berpikir keras. Ia pasti akan menjadi imam. Sudah pasti. “Saya belum pantas.” “Hm? Semua orang pantas sholat berjamaah.” Fathul menarik napas. “Belum pantas menjadi imam kalian.”
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
Unwilling Bride

Unwilling Bride

ucap Andi singkat. "Baiklah, antar saya kerumah ustadz sekarang!" Daniel masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya. ************* "Seorang laki-laki yang telah menikah, maka akan menjadi imam untuk istrinya, baik imam dalam sholat, ataupun imam dalam rumah tangga." Pak Ustadz menerangkan kepada Daniel. "Lalu, bagaimana cara saya menjadi Imam? Apakah sama bacaannya dengan saya sholat sendiri?" Jawab Daniel begitu antusias.
9.84.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 186 kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
Gairah Janda Perawan Sang Mafia

Gairah Janda Perawan Sang Mafia

tanya Diko. "Boslah, siapa lagi?" Diki yang menjawab. "Eh, kenapa harus aku yang jadi imam?" tanya King tidak setuju dengan usul mereka. "Lah, kan bos sudah belajar mengaji sama Pak Hairul. Tentunya bos juga sudah bisa sholat. Kalau kami berdua, kan tidak pernah belajar mengaji, bagaimana harus jadi imam? Jadi bos lah yang cocok jadi imam? Tidak mungkin kami. Iya kan, Diko?" ujar Diki yang lansung di balas Diko dengan anggukan kepala.
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
Istri Galaknya Om CEO

Istri Galaknya Om CEO

Hobi kalau didukung oleh terdekat, pasti rasanya sangat memikat kebahagiaan dan membuatnya semakin bersemangat. "Ada dong." "Baca apa?" "Doa yang mirip dengan qunut." "Gak paham Isbay, langsung contohin aja doa apa." "Doa sapu jagat. Jalan yang enak ya jamaah, tinggal ngikut imam." *** "Dawuhnya beliau Maulana Jalaluddin Rumi, Jalani hidupmu seolah-olah semuanya dirancang untuk kebaikanmu." "Hmmm, tapi kali ini keterlaluan!"
105.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 187 kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Tampilkan Ulasan (45)
Baca
+Pustaka
Laras_7779
Nurilhuda, Syamsiddhuha, Badridduja, kembar tiganya Abi Ibu yang pengen aku bawa pulang. Kakak Uda pinter bikin salting, Abang Uha vibesnya bawa ketenangan, Adik Uja si paling nggemesin sedunia. Lengkap deh kalian ini
Arsyi An
Cinta banget baca novelnya Kak Azizah. Dewasanya Haidar menggemaskan, ia menasihati, tapi juga intropeksi. Part favoritku: Wanita itu rumah untuk lelakinya. Rumah akan rapi jika yang punya peduli, rumah akan nyaman jika yang punya beriman, rumah akan terang jika yang punya tak lupa kasih sayang
Baca Semua Ulasan
Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Mertua Cerdas VS Menantu Licik

Bang Akmal mengecup keningku seraya mengucapkan doa, "robbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrotaayuni waj'alna lilmuttaqina imama." 'Wahai Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikalah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang bertakwa.' Aku memejamkan mata, merasa bersalah karena sempat meragukan kesetiaan suamiku. "Abang mandi dulu ya! Abang mencintaimu bertubi-tubi," tuturnya dengan kedipan mata yang membuatku merasa melambung tinggi ke angkasa.
7.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 250 kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
Pembalasan Untuk Pengkhianat

Pembalasan Untuk Pengkhianat

"Ya, aku juga nggak bisa salat, jadi kita cocok dong! Mana mungkin aku keberatan." "Kamu nggak bisa juga? Yah, Julian. Aku butuh imam, bukan cuma kawan hidup." "Apa bedanya? Ros. Iman dan kawan hidup?" Julian bertanya dengan nada heran. "Imam bagiku, dia yang mengayomi dan membimbingku menuju jannahnya. Bisa jadi guru, dan kawan berbagi segalanya." "Rosa, itu ribet. Yang pentingkan aku akan jadi suami setia untuk kamu! Tidak akan menduakan kamu."
10135.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.9K kali sebagai doa untuk calon imamku kelak
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status