Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Pernikahan Jebakan: Dimanja Sang Presiden

Menanggapi dengan santai Bibi Ping di luar pintu, dia buru-buru berjalan ke rak buku di samping, dan dari laci bawah lemari, dia mengeluarkan dompet yang agak usang. “Ternyata di sini.” Melihat dompet di tangannya, dia menghela napas lega. Untungnya, dia ingat bahwa Lorraine An telah memberinya dompet seperti itu. Memegang dompet yang hampir serupa ini, Barbie Xin juga merasa percaya diri di dalam hatinya dan kembali ke aula. "Nenek, lihat, dompet ibuku disulam dengan alang-alang dan kucing, bukan panda raksasa dan bambu. Mungkinkah Anda salah ingat?"
9.34.9M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162.6K kali sebagai dompet kecil wanita
Tampilkan Ulasan (1893)
Baca
+Pustaka
Mhealie 99
cerita nya seru sayang nya dari satu bab 10 koin sekarang sudah 14 koin, bantuan penerima koin juga sedikit tolong dong jangan di tambah lagi koin untuk membaca setiap bab nya, walau di tambah tapi mendapatkan koin nya di permudah juga..
Iss
utk Paviliun Angin, bnr² tega bgt ya.bisa²nya bikin ak maraton baca selama 26hr nggak peduli hbs jutaan buat beli koin smpe mataku kyk panda bengkak ngkak ngkak.kadang smpe lupa mkan. Tolong UPDTEnya yg banyak&jgn lama². jgn bikin aku tersiksa krna penasaran cerita selanjutnya......
Baca Semua Ulasan
Cinta untuk Tabitha

Cinta untuk Tabitha

Itu dia! Mata Tabitha membesar. Aku harus mengambil dompet itu! tekadnya, diam-diam. Tabitha pun memulai aksinya. Dia mulai beringsut perlahan mendekati dompet make-up kecil miliknya dengan gerakan yang sepelan mungkin agar tidak disadari oleh si pria brengsek yang masih asyik menciumi lehernya, dan menciumi rambutnya. Jantung Tabitha berdegup dengan kencang. Tabitha sangat kawatir niatnya disadari oleh pria itu. Hingga akhirnya ... berhasil! Jari-jari kakinya mulai menyentuh dompet make-up itu. Tabitha bersorak di dalam hatinya. Dengan ibu jari dan telunjuk kakinya Tabitha berusaha menjepit dompet itu, sebelum mulai menariknya pelan-pelan ke arahnya. Ada sesuatu yang dia butuhkan dari dalam
104.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
Bertahan Atau Dimadu?

Bertahan Atau Dimadu?

Biasanya Dina masih betah berbincang dengan orang tuanya di lantai dua sana. Dia turun dari sofa, membuka pintu perlahan. Seperti dugaannya, dia mendengar suara Dina dari lantai dua. Kesempatan ini Rian gunakan untuk masuk ke kamar utama. Mengunci pintunya cepat lalu mencari ke lemari dimana semua baju Dina berada. Baru saja dia membuka pintu, terlihat dompet asing berwarna burgundy. Desainnya sangat mewah. Rian tahu kalau dompet ini termasuk barang branded. Rian mengambil dompet itu. Matanya terbelalak tidak percaya. “Ini dompetnya Bu Aurel.”
12.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 415 kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
Rahasia Di Antara Kita

Rahasia Di Antara Kita

Tepat saat itu dua pegawai yang menyambut kami tadi di tambah dua orang pegawai lainnya datang dengan beberapa pilihan model dompet. “Ini beberapa model terbaru tuan muda.” Salah seorang pegawai meletakkan dompet itu di atas meja dengan hati-hati. Satu dompet itu bisa jadi setara dengan gajinya satu bulan atau lebih, dua bulan mungkin. “Pilihlah, kau suka yang mana?” Dia mengambil satu dompet berwarna mint di atas meja. Modelnya sederhana tapi terlihat mewah dan elegan, hanya saja ukurannya cukup besar untuk ukuran sebuah dompet yang biasa kupakai. “Yang ini?”
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
Hasrat Seorang Ipar

Hasrat Seorang Ipar

Bisa tidak, sih, Arifin jangan aneh-aneh di saat genting seperti ini? “I-ini ....” Suara Arifin bergetar. Tangannya merogoh saku celana yang dia kenakan. Aku semakin penasaran. Mau apa dia? “U-untukmu.” Arifin menyodorkan sebuah dompet kecil seperti tempat koin, sedang wajahnya menunduk tanpa berani menatap ke arahku. “Apa ini? Untuk apa?”Aku menyambarnya ragu. Melihat benda bercorak bunga teratai dengan dasar putih dan ritsleting warna merah jambu.
1030.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Talang Mayan: Warisan Tekad Pemburu Darah Iblis

Tangannya tiba-tiba menyentuh kain, dan setelah dia mendapatkan benda tersebut, pemuda itu merasa kecewa, “guru, ini hanya kantong penyimpanan uang yang terbuat kulit binatang.” “Hehehe, jangan menilai sesuatu hanya karena tampilan luarnya saja!” Dewa Semaranta membuat dompet penyimpanan itu dari kulit siluman berusia 1000 tahun. Dia menuliskan mantra di dalam dompet itu selama satu tahun lebih, agar benda itu berguna.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 147 kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
Istri Pajangan

Istri Pajangan

ungkap Sekar dengan menghela nafasnya berat. Ya, hal yang paling ia benci jika harus kembali lagi ke rumahnya saat masih bersama dengan Sandi. Namun ia tak punya pilihan lain, karena memang kartu itu sangatlah penting. Bukan tanpa alasan kenapa Sekar sampai lupa membawa kartu penting itu didalam dompetnya. Tapi, Sekar memang punya dua dompet, yang satu berisi tentang surat-surat dan hal penting lainnya, dan satu lagi untuk uang kebutuhan sehari-hari. Ia tak punya dompet bagus nan besar seperti kebanyakan perempuan, sehingga muat untuk semuanya. Ia hanya memiliki dua dompet kecil yang ia beli sendiri dari toko online shop. Suaminya bahkan tak pernah membelikkannya barang kebutuhan seperti itu
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
Istri Tanpa Suami

Istri Tanpa Suami

Sepatu dan tas mahal yang ia kenakan saat ini, ternyata tidak berharga bila isi dompetnya tipis. "Dandanan sih ngartis, isi dompet karyawan pabrik," bisik seorang wanita pada temannya, mereka berdiri tepat di belakang Jelita. "Kalau gue sih, mending mati aja dari pada malu depan orang banyak," timpal teman wanitanya.
9.9169.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.6K kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
DENDAM WANITA PENGHIBUR

DENDAM WANITA PENGHIBUR

tanya Nadya dengan suara parau karena masih terdorong gairah yang sudah sejak tadi menguasai pikirannya. Niko tidak menjawab, pria itu pun terlihat melepas kaosnya dan melemparkan kesembarang arah, lalu dilanjutkan dengan membuak kancing celana jeansnya hingga yang tersisa adalah celana dalam. Mata Nadya membelalak saat melihat barang pribadi milik Niko. Walau pun masih terhalang celana dalamnya, namun Nadya sudah bisa menebak kalau barang pribadi milik Niko itu sangatlah besar, dan lebih besar dibandingkan milik Bastian.
9.61.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
Sisi Liar Mas Nanang

Sisi Liar Mas Nanang

Saat hendak membetulkan posisi bangku yang tadi digunakan Doni, mata Nanang tercekat. Di lantai, tepat di samping closet, tergeletak sebuah dompet kulit berwarna biru. “Ini dompet siapa ya?” bisik Nanang. Ia memungutnya, lalu membukanya perlahan. Mata Nanang membelalak sempurna. Di dalamnya terdapat tumpukan uang seratus ribuan yang cukup tebal, mungkin sisa uang belanja atau modal usaha.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai dompet kecil wanita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status