Setelah Kamu Pilih Dia
“Tenang, Din. Aku di sini. Aku nggak akan biarkan hal itu terjadi. Tapi kita harus siap. Apa pun yang terjadi nanti, jangan buka jendela, jangan keluar, dan jangan tunjukkan rasa panik. R mau kamu bereaksi. Itu bagian dari permainannya.”
Waktu terasa berjalan lambat. Setiap detik menuju pukul dua belas terasa seperti pisau yang menekan dada Dinda. Ia mencoba menenangkan diri dengan membaca doa pelan, tapi bayangan masa lalu terus berputar di pikirannya — kejadian malam itu, tempat di mana segalanya berubah, dan wajah R yang tak akan pernah ia lupakan.