Menyerah
Suasana pemakaman sudah sepi, kini tinggal mereka bertiga.
"Tapi mamamu, To --- "
"Sudahlah, Pa. Mama sudah tenang, sekarang kita pulang ya, Pa?" Laki-laki renta itu mengangguk pelan, sekali lagi menoleh ke arah nisan, air matanya menitik. "Kita pulang sekarang," ucapnya lemah.
Dito menuntut pelan langkah tertatih papanya, hatinya teriris-iris, memang setiap mahluk yang bernyawa pasti akan mati, tapi mati dengan menanggung rasa bersalah pasti menyakitkan.
Sikat na Kabanata