Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Janda Kembang

Janda Kembang

Mendengar ucapan Reyhan dari seberang telepon, Saras terdiam, ia memikirkan sesuatu yang tidak mungkin terjadi, lamunannya tentang ulang tahun Reyhan dan dirinya yang datang bak putri Cinderella dalam dongeng yang pakai gaun yang indah. "Saras, kau masih mendengarku?" tegur Reyhan yang tidak mendengar suara Saras dari seberang telepon. "Iya, aku dengar." "Kamu tunggu di sana, oke!" "Aku masih bingung, Mas." "Kenapa bingung?" "Kenapa Mas Reyhan meminta aku ke rumahmu?" "Saras, aku ingin makan-makanan yang kau masak di hari ulang tahunku, apa kau sudah paham?"
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 232 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Ranjang Ternoda

Ranjang Ternoda

Di hari yang sama pun Karan langsung melamar Reina, memberikan hadiah sebuah cincin sebagai tanda keduanya sudah saling mengikat. “Hari itu terlalu rumit untuk kuingat lagi, tapi setiap detik dan masa-masanya masih tergambar jelas dalam ingatanku. Aku masih ingat dengan jelas hari Sabtu siang Karan memberikan kabar bahwa dirinya melakukan perjalanan menuju ke kampung halaman tempat kami tinggal. Dia memberikan kabar bahwa hujan menyertai perjalanannya.” “Apakah hanya karena hari itu begitu sulit bagimu melepaskan Karan dalam hidupmu?”
103.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Dia,  Tak Datang

Dia, Tak Datang

ucap Badai kepada mertuanya. "Jangan berani bicara padaku Badai Hankaara! Akhirnya jelas sudah siapa wanita hamil yang datang bersamamu hari itu! Hari dimana puteriku telah menanggung sakit nya sendirian, namun mulut terhormatmu itu bungkam pada kami!" ucap Santi semakin sengit. "Mas, kau membawa Tammi kesini?" ucap Jingga dengan ternganga.
825.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 748 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

Candu Pelukan Hangat Bos Dingin

tanyanya memastikan di sela deru napas yang memburu. “Aman, Sayang... Malah kalau kandungannya semakin besar, kita harus lebih sering melakukannya,” jawab Elang asal, memuaskan egonya sendiri sembari mengangkat kedua tangannya untuk meraup dan meremas bukit kembar Dinara yang membulat penuh dan kenyal. “Aaahh...” Dinara mendesah pasrah, kepalanya mendongak ke belakang, bersandar pada dada bidang suaminya.
108.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 336 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Godaan Berondong Nakal

Godaan Berondong Nakal

Anes masih mematung. Wanita itu tidak gegas menerima amplop cokelat pemberian dari Diana. "Hei ... Mbak? Are you ok?" ucap Diana seraya melambai-lambaikan tangannya di depan wajah Anes. Anes tergagap. Sepersekian detik, pikiran wanita itu ngeblank. Entah apa yang ada dalam pikirannya. "Udah ... nggak perlu kelamaan mikir. ini sah dan halal kok. Asal Mbak dan Bram bisa nge-golin proyek yang ada di Kalimantan, Pak Tama pasti akan menepati janjinya."
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Kecantol Cinta Janda

Kecantol Cinta Janda

Kiwi menjawab dengan suara nyaring, “Om siap, tapi pundak Om bukan angkot!” Melon menggeleng pelan. “Kamu ini ya, selalu bikin suasana kayak film kartun.” Kiwi menyodorkan satu gelas es kelapa ke Melon. “Minum dulu. Biar nggak sewot terus, Bu Janda Ceria.” Melon menyipitkan mata, tapi tetap mengambil gelas itu. “Hati-hati. Gelar janda bisa saya cabut kalau kamu terus-menerus nyebelin.”
10888 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Dinodai Saat Koma

Dinodai Saat Koma

tuturnya. "Gia menginginkan sesuatu, dan rasanya aneh sekali. Gia ingin makan sate yang ditaburi bawang goreng," ucap Giana lagi. Kali ini, suaranya terdengar sedikit lebih keras. Mendengar keinginan Giana, Bu Fatma kembali menghela napas pelan. Lalu, ia menunjukkan senyuman kecil dan hangat pada putrinya itu.
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Sumpah Palsu Suami Siri

Sumpah Palsu Suami Siri

lanjut Kang Wirna. “Waduh...!” aku berseru. “Lalu Paman si Sameong mempraktekkan ilmu santetnya itu. Istilah orang kami, mati satu maka harus dibalas membunuh satu keluarga.” ucap Kang Wirna sambil menyebut bahasa daerahnya. “Wuaah... Ngeri banget Bi.” “Lalu ia memulai ritual untuk membalas dendam kepada orang yang menyantet anak Abi tersebut.”
6.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 234 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Semalam Bersama Tuan Presdir

Semalam Bersama Tuan Presdir

Dion sengaja membuatkan bubur kacang hijau dan bakcang hangat. "Ah pasti Aruna senang aku membawakan ini, apalagi bakcang tak setiap hari ada," batin Dion dalam hari. Kebetulan hari ini memang hari Bakcang atau Hari Peh Cun, yang dirayakan setiap tanggal 5 bulan 5 menurut penanggalan Khongcu Lek. Bakcang merupakan hidangan khas yang terbuat dari ketan yang diisi daging cincang dan sangat erat hubungannya dengan masyarakat Tionghoa. Penetapan Hari Bakcang tidak terlepas dari perayaan Peh Cun yang terkait dengan cerita legenda yang melibatkan Qu Yuan.
1049.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Sistem Cha-boel 69:  Pemuas Wanita Cantik

Sistem Cha-boel 69: Pemuas Wanita Cantik

Ding! Sistem aktif Ada apa, Host? Kangen? 'Kangen dari alam gaib! Tolongin aku, aku mau tuker hadiah biar bisa dansa. Mana ngerti aku yang beginian, denger sound horeg aja aku naik darah, apalagi maju mundur begini? Kalo keinjek kaki orang gimana?' batin Rian. Sekalian aja injek lehernya, Host. Hehehe
1010.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 296 kali sebagai dongeng kian santang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status