Dari Dingin Menjadi Obsesi
Diagnosa sang dokter membuat dadanya sesak, frustrasi menumpuk hingga akhirnya ia menyeret dirinya ke sebuah klub malam.
Musik berdentum keras, lampu berpendar, dan segelas demi segelas minuman favoritnya meluncur ke tenggorokan.
“Segelas lagi,” pinta Anggun pada barman, menyodorkan gelas kosong.
Di sampingnya, Rena, sahabat karibnya, mendecak pelan. “Aku sudah bilang sejak dulu. Terlalu lama hidup sendiri itu bisa mengubah sifat dan dirimu sendiri.”
Hot Chapters