Duka Sang Putri Tertawan
Empat puluh delapan miliar, delapan puluh miliar, seratus dua puluh delapan miliar.
Telapak tanganku berkeringat. Pengacaraku bilang asetku senilai dua ratus empat puluh miliar, tapi penawaran sudah hampir mencapai tiga ratus dua puluh miliar.
"Tiga ratus dua puluh miliar." Isabel mengangkat papan dengan mudah, seolah menyebut angka sepele.
Juru lelang menatapku. "Nona, apakah Anda ingin melanjutkan?"