KERUMUNAN ADALAH NERAKA
Aura hutan terasa berbeda dari sebelumnya—lebih pekat, lebih menekan, seakan menyadari kehadiran mereka dan tidak menginginkannya.
Setelah perjalanan yang panjang dan melelahkan, akhirnya Mudra dan Vanua menemukan gua yang tersembunyi di balik air terjun deras. Tebing curam mengapit pintu masuk gua, seolah alam sendiri enggan membiarkan siapa pun masuk tanpa izin. Mereka melangkah masuk, disambut udara lembab dan bau dupa yang menyengat.
Di dalam gua, mereka melihatnya—dukun itu. Seorang pria tua dengan jubah kumal, duduk bersila di atas tikar usang, dikelilingi tengkorak hewan dan jimat kuno yang memancarkan aura mistis.
Hot Chapters