DUKU (DUDA KUAT)
"Samudra mana, Mak?"
"Ada, di dalam lagi tidul. Emang ditu Bang Satlia, anak tecil aja betah tidul di lumah saya, apalagi olang dewasa. Apa Bang Satlia gak mau nyobain?" Satria merasa darahnya berdesir. Bukan karena birahinya mulai naik, tetapi ia merasa jantungnya sebentar lagi akan berhenti berdetak untuk selamanya. Mak Piah lebih mengerikan dari sakaratul maut baginya.
"Eh, nggak, Mak, terima kasih tawarannya. Saya mau tidur di rumah saja." Mak Piah tersenyum lalu mengangguk.