Suami Warisan
Saat ini sang Puteri kelihatan baik-baik saja, namun sebenarnya dunianya porak poranda.
Tidak ada yang tau sejauh mana pengorbanannya.
“Ini… masih ada di sini…” tanpa sengaja Citra mengucapkan keheranannya. Ditangannya ada sebuah batu merah delima kesayangan Dyah Pitaloka.
“Ya, memang ada di sini selalu… ada apa?” tanya Dyah Pitaloka heran.
Air muka Citra seakan habis melihat hantu. Dia menatap Dyah Pitaloka dan bergumam, “Saya baru saja melihat seorang perempuan memakai kalung dengan batu ini…”