Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

TEST PACK ASISTEN RUMAH TANGGAKU

Suara apa itu? Suara gaduh seperti sapuan angin yang menggesekkan daun-daun bercampur dengan suara-suara aneh yg mistik, lalu terdengar seperti suara hempasan napas yang kasar, berkali-kali. Aku mundur sesaat. Lalu dari kolong kasur terdengar suara seperti orang berbisik-bisik. Aneh. Padahal ini rumahku sendiri. Tapi kenapa aku seperti tak mengenali lagi ruangan ini, layaknya ruangan asing yang baru kukenal. Apa yang aku alami? Seketika bulu tengkukku berdiri.
9.379.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Unexpected Encounter

Unexpected Encounter

“Jangan asal nulis, tulisan kita itu dibaca orang, baiknya bisa dipertanggung jawabkan!” Oke Maudi mengakui lagi kalau kalimat Satria benar. tapi memangnya harus sekali ngomong dengan nada yang sesinis itu ya? Tidak bisakah lebih bersahabat sedikit? Tidak usah muluk-muluk bersahabat, kecilkan volume bicaranya satu oktaf saja memang sulit? Harus sekali seperti guru yang membentak murid karena lupa tidak mengerjakan PR.
1024.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 794 kali sebagai efek suara dalam tulisan
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Nur Umaya Erwin
luar biasa. hal hal yg ditulis sederhana tapi ngena dengan kehidupan nyata. gaya bahasa bisa dimengerti dan wow banget. author juga keren ngemas ceritanya. 1 lagi, bab per bab selalu menarik dan ditunggu.
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Baca Semua Ulasan
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Terasa pahit dan panas di pangkal tenggorokan. Mungkin itu ironi paling kejam dari tindakan menulis. Kamu tidak pernah sepenuhnya tahu apa yang sebenarnya kamu tulis, sampai ada orang asing yang membacanya dan membalikkan maknanya di depan wajahmu. Suara engsel pintu kayu yang terbuka memecah keheningan perpustakaan kecil ini. Wangi seduhan kopi hitam menginvasi ruangan, mengalahkan aroma kertas baru dari map di atas meja.
9.470.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Satu membuatku terdengar seperti terjebak di dalam kotak logam, dan yang lain menambahkan gema palsu yang mustahil dipertahankan dalam percakapan intim. Akhirnya aku menemukan satu yang hanya menurunkan sedikit nada suaraku, seperti sedang flu atau berbicara pelan karena suasana intim. Cukup halus agar tidak terdengar tidak alami, cukup berbeda untuk menimbulkan keraguan. Itu sempurna.
1031.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Semalam Bersama Sahabat Kakakku

Semalam Bersama Sahabat Kakakku

“Kalau aku salah arah…” “Aku tarik kamu.” Sunyi sepersekian detik. “Secara literal atau figuratif?” tanya Zayn. Ara hampir ketawa. “Fokus.” Rintangan kedua: polusi audio. Efek suara teriakan, bisikan, hingga noise statis meledak dari berbagai sudut speaker, sengaja dirancang untuk merusak fokus. Dunia di sekitar mereka mendadak jadi sangat bising.
750 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Terjebak Gairah Siluman

Terjebak Gairah Siluman

Setiap jilatan meninggalkan jejak dingin yang membakar, memperdalam jurang kenikmatan yang menakutkan. "Kau menyukainya, kan?" sebuah suara berat, serak, seolah terbuat dari pasir dan debu, berbisik tepat di telinganya. Suara itu bukan berasal dari mulut, melainkan beresonansi langsung di dalam otaknya, membuat seluruh tubuh Wulan merinding. "Uuugh.. Enakh.." Wulan berteriak, suaranya parau, namun yang keluar hanyalah lolongan panjang yang dipenuhi keputusasaan dan hasrat.
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 197 kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Balas Dendam Sang Dokter Ahli Farmakologi

Namun yang keluar dari mulutnya bukanlah suara merdu yang sudah ia latih dengan sempurna selama berhari-hari. Yang menggemakan di seluruh aula adalah suara serak, parau, sumbang, dan mengerikan. Suara itu mirip dengan suara babi yang sedang disembelih dengan pisau tumpul, atau gagak tua yang sekarat kehabisan napas.
1017.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 688 kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

“Itu… itu bukan tulisanmu, kan?” Radit mengerutkan kening dan melihat kembali ke layar. Di bawah kalimat ‘AKU… LAPAR.’ yang baru saja ia ketik, sebuah baris teks baru telah muncul. Teks itu menggunakan fon yang berbeda, lebih kaku dan digital, seolah dicetak langsung oleh mesin. Radit merasakan darahnya membeku di pembuluh darahnya. Ia tidak menulis itu. Luna juga tidak. Mereka berdua hanya menatap kalimat itu, terpaku dalam kengerian mutlak.
951 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Pewaris Ilmu Iblis dan Dewa

Lentera spiritual di dinding mendadak padam satu per satu, digantikan oleh cahaya lembut dari isi gulungan yang bersinar. Tulisan di dalamnya bukanlah tinta biasa. Ia berpendar pelan—warna keperakan yang bergulung dalam kilauan qi murni, seakan ditulis oleh tangan tak kasatmata yang melukis langsung dari langit. Tapi yang membuat Kevin terdiam bukan tulisannya … melainkan bagaimana setiap kalimat terasa seperti suara. Suara yang langsung menyentuh jiwanya, seperti suara takdir yang berseru dalam diam. [Kepada Pewaris Topeng Dewa dan Iblis,
1052.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Bayangan Dalam Pandang

Bayangan Dalam Pandang

Tap! Aku menenggak ludahku sendiri, “... Suara apa itu?”. Suaranya menggema di seluruh ruangan, hanya sekali, tetapi sangat ampuh untuk membuat situasi menjadi bertambah buruk. Aku mencoba melihat-lihat di ruangan, mencari benda apa yang membuat suara seperti itu. Sayangnya, tidak ada satu pun. Bulu kuduk di sekujur tubuhku langsung berdiri dan aku sadar bahwa suara itu bukan berasal dari dalam ruangan ini. Tap! Tap! Tap! Tap!
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai efek suara dalam tulisan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status