IBUKU PELAKOR
Supaya bisa lebih jelas mendengar, suara apa itu.
Dahiku mengernyit, seperti suara ranjang yang bergoyang. Aku hafal suaranya, karena suara itu sangat khas. Kalau aku sedang bermesraan dengan Mas Bima, suara itu juga terdengar dari ranjang kami. Apalagi aku juga mendengar suara lenguhan-lenguhan nikmat dari dalam sana.
Apa Bapak udah pulang? Hmm, dasar lah. Udah tua juga. Aku jadi mengulum senyum sendiri. Malu juga, kok jadi nguping pergulatan orangtuaku.