Sang Penari Pujaan Hati
Menoleh dengan senyum menghiasi wajah, Jelita berkata, "Sudah aku maafkan sejak lama, Ris. Perkataan Bu Ajeng semuanya benar. Aku cuma anak seorang buruh cuci dan ayahku cuma seorang kuli bangunan. Kami memang orang miskin, sama sekali nggak selevel dengan keluarga kalian."
"Dih, merendah," cibir Rista, "sengaja nih, ngejek keluargaku?"
"Ngejek gimana? Emang kenyataan begitu kok."
Rista menarik tubuh Jelita agar berhadapan dengannya. "Bahkan keluarga kami nggak ada apa-apanya dibanding keluargamu. Kamu itu pemilik saham terbesar di Cakra Grup."
Capítulos Populares