Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?
Ada sesuatu di ekspresinya, bukan rasa bersalah, tapi kilatan ketidaknyamanan, seolah dia sedang berperang dengan dirinya sendiri.
"Anna .…" Dia mulai bicara, lalu berhenti, seperti berubah pikiran di tengah kalimat.
"Ada apa?" tanyaku yang condong ke depan.
"Tidak apa-apa, hanya saja .…" Dia ragu lagi sambil mengusap rambutnya dengan tangan. "Kadang jawaban yang kita cari itu lebih dekat dari yang kita kira."
Cara dia mengatakannya yang samar justru membuatku semakin gelisah. Itu terdengar seperti kalimat penuh makna, seolah dia mencoba memberiku petunjuk tanpa benar-benar mengungkapkan apa pun.
Hot Chapters