Budak Kesayangan Sang Tiran
Dia merasakan kehangatan yang membungkusnya, detak jantungnya yang tenang, aliran tenaga yang samar di dalam tubuhnya.
“Bagus,” bisik Xylas. “Sekarang, bayangkan bahwa kehangatan itu memiliki warna. Sebuah cahaya. Apa yang kau lihat?”
Di balik kelopak matanya, Lysandra melihat... hijau. Seperti daun baru di musim semi, seperti warna matanya sendiri. Tapi ada juga warna emas, seperti sinar matahari yang menembus dedaunan. “Hijau ... dan emas,” gumamnya.