Istri Buruk Rupa
Ema segera bergegas mendatangi Maura.
Ema terlihat memeluk Maura, pelukan erat yang diliputi kerinduan.
“Maura, aku sangat merindukanmu,” ucap Ema.
“Aku juga, aku sangat merindukanmu,” ucap Maura.
“Kapan kamu datang dari Amerika? Aku benar benar senang bisa bertemu lagi denganmu,” ucap Ema yang kemudian melepas pelukan itu.
“Tadi malam, tadinya aku ingin segera menemuimu, tapi aku menahan diri hingga hari ini,” ucap Maura seraya tersenyum.