Istri Rasa Pembantu
Saat langkahnya terhenti, Kaif meraih ponsel dari saku celana dengan gerakan yang hampir refleksif saat melihat layar yang bergetar.
"Iya, aku sudah sampai di Indonesia, Ma," suaranya tenang namun mengandung kehangatan yang mendalam, mencerminkan rasa syukur dan lega. "Mama jangan khawatir, obatnya akan segera aku minum. Tolong jaga diri di sana," tambahnya dalam pembicaraan dengan Sofia di ujung telepon.
Di dalam nada bicaranya, ada nada kedewasaan baru, seperti phoenix yang bangkit dari abu. Sebuah keajaiban kembali kepada mereka, mengubah yang dulunya tidak mungkin menjadi mungkin.