Love by Choice
Bedanya, es krim milik Gia dilapisi cokelat putih.
"Wah, selera kita sama, nih. Lain kali kita pergi ke kafe yang jual es krim enak langganan Kakak, ya? Kak Gia traktir lagi, deh. Gavin bebas makan es krim sepuasnya," kata Gia sambil membuka bungkus es krim.
Gavin mengangguk setuju. "Janji?" tanyanya meminta kepastian.
Gia menyodorkan kelingking kanannya kepada Gavin. "Janji," sahutnya.
Hot Chapters