Alverez
Adrian menambahkan, “Jawabannya hanya satu. Alverez bukan orang. Dia sistem. Sebuah jaringan bayangan. Dan… seseorang di keluarga ini adalah pendirinya.”
Clara menoleh, matanya gemetar. “Siapa?”
Adrian menarik napas. “Kakek kita. Valentino Wijaya.”
Clara terdiam. Sejenak dunia terasa berhenti berputar.
Di ruang rahasia di lantai bawah tanah vila lama keluarga Wijaya, mereka akhirnya menemukan dokumen yang telah disembunyikan lebih dari tiga dekade. Di dinding batu tua itu tertempel logo ukiran: seekor ular menggigit ekornya sendiri, melingkar membentuk simbol tak berujung. Di bawahnya tertulis satu kata: ALVEREZ.