Belum Siap Menikah
"Aku tahu kamu bercanda. Memang sih, ada perbedaan usia di antara kita, tapi itu tidak masalah bagiku. Yang terpenting, kita saling mencintai dan saling mendukung. Ya, walaupun awalnya aku terpaksa menikah sama om-om."
Sulaiman mengusap lembut tangan Aminah. "Terserah kamu deh mau bilang om-om juga, yang penting kamu senang. Emm, tapi kamu benar, sayang. Umur hanya angka. Yang penting adalah bagaimana kita saling melengkapi dan saling menyayangi. Sekarang aku beruntung memiliki istri sebaik kamu."
"Aku juga beruntung memiliki suami sebaik kamu," jawab Aminah sambil tersenyum penuh kasih.
Hot Chapters